Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk arti
baru dan tidak dapat dipisahkan dengan kata lain dan biasanya bermakna
konotatif.
Kata majemuk dibagi kedalam :
1. Kata majemuk setara
2. Kata majemuk tidak setara
Kata Majemuk
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
Hal Yang Perlu diperhatikan sebelum presentasi
Pernahkah anda presentasi, atau berbicara mengenai suatu masalah didepan kelas atau didepan publik. pastinya anda akan merasakan beberapa hal yang sangat menggangu anda, seperti badan dan sekujur tubuh terutama mulut menjadi kaku. atau anda mungkin pernah merasakan demam panggung, grogi, malu dan sebagainya.
Dibawah ini ada sedikitnya tips-tips cara menghilangkan itu semua.
1. Minumlah. Minum air yang banyak sehari sebelum presentasi anda. selama presentasi, siapkan satu botol atau satu teko air didekat anda
2. Nikmati Musik. Menjelang presentasi, putarlah lagu kegemaran anda dan biarkan muslik mengalun lembut yang akan membentuk kerangka pikir anda.
3. Isi tenaga. Selama jeda, kunyahlah makanan berprotein tinggi atau makanan yang bergizi, gunanya untuk mempertahankan energi tubuh.
4. Mengenang yang indah. Tempatkan foto-foto keluarga, teman-teman, atau tempat-tempat favorit anda di tempat mencolok, atau bawalah beberapa photo yang bisa meningkatkan ketenangan anda. pandanglah sesekali, dan biarkan kenangannya menyamankan serta menginspirasi anda.
5. Tarik Nafas. Serangkaian tarikan nafas akan melambatkan denyut jantung anda, dan menyuplai tubuh anda dengan oksigen yang cukup.
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia, tips
Proposal
Proposal ialah tulisan yang isinya berupa rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. proposal atau disebut juga usulan kegiatan disusun apabila seseorang atau sekelompok orang atau suatu badan usaha hendak melakukan suatu kegiatan dan perlu mendapat persetujuan pihak lain. maka agar pihak lain tersebut menyetujui rencana yang di ajukan, perlu dibuat usulan tertulis. dalam usulan tertulis itu diterangkan semua aspek yang menyangkut kegiatan yang di usulkan. proposal bersifat memberitahukan dan menerangkan segala rencana kegiatan yang akan dikerjakan sejelas-jelasnya dilengkapi dengan bukti-bukti berupa gambar,photo,denah tabel,jadwal,peta,dan grafik.dengan demikian pembaca proposal dapat mengetahui dan mengikuti langkah-langkah yang hendak dilakukan dalam kegiatan yang direncanakan tersebut
disini akan di tampilkan contoh proposal tapi sederhana :
HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
II. NAMA KEGIATAN
Hut RI ini juga dimeriahkan oleh kegiatan-kegiatan yang acaranya sebagai berikut :
1. Marathon
2. Panjat Pinang
3. Jalan santai
4. Catur
5. Crambol
6. Makan kerupuk
7. Futsal
8. Bulu Tangkis
9. Hias Sepeda
10. Lomba Joget
11. Dan Masih Banyak Lagi Yang lainnya
III. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah agar kita mengenang jasa para pahlawan kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan indonesia ini karena tanpa mereka bangsa indonesia ini tidak akan merdeka.
Tujuannya agar kita bisa mengenang dengan adanya kegiatan ini untuk bisa sedikitnya menghargai dan bisa meneruskan perjuangan para pahlawan kita dengan cara ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang telah kami selenggarakan.
IV. JUMLAH PESERTA
Kegiatan ini boleh diikuti oleh khususnya Semua warga rancabolang, atau juga siapapun yang ingin ikut dalam kegiatan ini.
V. HASIL YANG DIHARAPKAN
Semoga dengan diadakannya kegiatan ini kita mampu berperan dalam meneruskan perjuangan ini dan tidak melupakan jasa-jasa mereka yang telah gugur melawan para penjajah. Seperti belanda yang telah menjajah bangsa indonesia selama 3,5 abad atau sama dengan 350 tahun lamanya. Dan juga oleh bangsa jepang yang telah menjajah kita selama 3 tahun dengan menyiksa para pemuda dan rakyat yang hidup dikala itu. Semua para pejuang kita disiksa, dikerjakan secara paksa tanpa bayaran, mati kelaparan dan lain-lain. Semoga dengan diadakannya acara ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran atas apa yang telah para pendahulu kita perjuangkan habis-habisan.
VI. ORANG-ORANG YANG TERLIBAT DALAM KEGIATAN
Yang terlibat dalam berlangsungnya acara ini :
Pimpinan :
Ketua : Diki Hendriansyah
Wakil : Yayu Yupitaeni
Sekretaris : Oktaviani
Bendahara : Nano cahyano
Susunan Petugas :
Seksi Perlengkapan : - Zieta
- Dadang
- Taufiq
- Asep
- Bayu
- Kurnia
Seksi konsumsi : - Yandi
- Nandang
- Didin
- Hamid
- Irwan
- Novel
- Astri
Seksi Kebersihan : - Hendri
- Ridwan
- Dian
- Dinar
- Eko
Seksi Transportasi : - Nolen
- Dasep
- Dapo
VII. AGGARAN BIAYA
Pemasukan :
Kas. Karang Taruna : Rp. 3.000.000,-
Sumbangan Warga : Rp. 2.000.000,-
Donatur : Rp. 5.000.000,- +
Rp. 10.000.000,-
Pengeluaran :
Alat & Bahan : Rp. 5.000.000,-
Dokumentasi : Rp. 1.000.000,-
Konsumsi : Rp. 3.000.000,-
Lain-Lain : Rp. 1.000.000,- +
Rp. 10.000.000,-
VIII. SUSUNAN ACARA
Hari tanggal waktu kegiatan tempat
Sabtu 1-8-2008 08.00-08.30 pembukaan Lapangan Sepak bola
08.30-09.00 Pendaftaran lomba futsal Di lapang
09.00-09.30 Pengelompokkan pemain Di Lapang
09.30-Selesai Pertandingan Penyisihan I Di lapang
Minggu 2-8-2008 09.00 Kumpul Di lapangan
10.00-selesai Pertandingan Penyisihan II Di Lapangan
Senin 3-8-2008 09.00-Selesai Seperempat final Di lapangan
Selasa 4-8-2008 09.00-selesai Semi final Futsal Di lapangan
Rabu 5-8-2008 09.00-selesai Final !!!!! Di lapangan
Kamis 6-8-2008 09.00-selesai Lomba catur Di Rumah Ketua RT
10.00-selesai Lomba Crambol Di Rumah ketua RT
Jum’at 7-8-2008 13.00-selesai - Lomba balap karung
- Lomba makan kerupuk
- Lomba joget
- Lomba karaoke Di lapang Voly
Sabtu 8-8-2008 09.00-selesai - Lomba bulu tangkis
- Hias Sepeda Di lapang Bulu tangkis
Minggu 9-8-2008 09.00-selesai - Marathon
- Gerak jalan
- Panjat pinang
- dan perlombaan lainnya Di lapang
Sabtu 17-8-2008 20.00-selesai Malam Resepsi dan pembagian hadiah Di panggung
IX. PENUTUP
1. Kesimpulan
Jadi, dengan adanya proposal ini bahwa akan dilaksanakannya HUT RI di desa kami untuk itu karena banyaknya acara yang kami rancang dan akan kami laksanakan. Mudah-mudahan anda bisa mengizinkan kami untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dan karena besarnya anggaran dana yang akan kami keluarkan kami mohon dengan sangat pada anda semuanya untuk memberi bantuannya pada kami.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan acaranya terselenggara dengan baik. Dan atas partisipainya saya ucapkan terima kasih.
Bandung, 24 juli 2008
Ketua Pelaksana Sekretaris
Diki Hendriansyah. Oktaviani
Ketua RT Ketua RW
H. Kasim abdullah Ade Cundi
Mengetahui :
Kepala Desa
Muhamad Toha
Berbagai Sumber terpecaya baca selengkapnya..
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
Tajuk Rencana
1. Pengertian tajuk rencana
Tajuk rencana merupakan opini media massa terhadap suatu fenomena yang sedang berkembang dimasyarakat. Tajuk rencana bukan merupakan karya pribadi atau perseorangan, melainkan karya lembaga penerbitan. Penulisnya adalah seseorang yang ditunjuk oleh ketua tim yang mewakili sebuah lembaga penerbitan. Dengan demikian tajuk rencana tidak boleh dicantumkan nama penulisnya.
2. Unsur tajuk rencana
tajuk rencana mempunyai beberapa unsur yaitu :
a. Menyatakan suatu pendapat
b. Logis dan sistematis
c. Singkat, padat dan jelas
d. Menarik untuk dibaca
3. Fungsi Tajuk rencana
fungsi dari tajuk rencana diantaranya:
a. Menjelaskan berita-berita yang dianggap penting
b. Menjelaskan latar belakang terjadinya suatu masalah atau peristiwa
c. Meramalkan masa depan berdasarkan masalah atau peristiwa yang sedang terjadi
d. Menyampaikan pertimbangan moral berdasarkan kebenaran yang bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
Kalimat
1. Pengertian kalimat
kalimat adalah sebuah kata atau sekumpulan kata yang diawali huruf kapital dan diakhiri intonasi final yang menyampaikan pikiran secara utuh.
Kalimat itu ada bermacam-macam, baik jenisnya maupun pembentukannya.
Kalimat dibagi beberapa jenis diantaranya :
a. Kalimat inti dan non-inti
kalimat inti adalah kalimat dasar yang dibentuk dari klausa yang bersifat deklaratif, aktif dan afirmatif. Dan kalimat non-inti bisa dilakukan dengan proses tranformasi, seperti penafsiran, pengingkaran, pembentukan kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat inversif, dan perluasan.
b. Kalimat tunggal dan majemuk
kalimat tunggal adalah kalimat yang dibangun dari satu klausa. Sedangkan kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk lebih dari klausa lebih dari satu.
c. Kalimat mayor dan minor
kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya minimal harus terdiri atas subjek dan predikat. Kalau minor terdiri dari subjek saja, objek.
d. Kalimat verbal dan non-verbal
e. Kalimat bebas dan terikat
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
JENIS - JENIS KARANGAN
1. DESKRIPSI
Deskripsi adalah karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Contoh deskripsi:
Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
2. NARASI
Narasi Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Contoh narasi:
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang
3. EKSPOSISI
Eksposisi Adalah Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.
Contoh :
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Atau Cara mencangkok tanaman:
1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
4. ARGUMENTASI
Argumentasi Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
5. PERSUASI
Persuasi Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Contoh persuasi:
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.
SUMBER : DARI BERBAGAI SUMBER
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
PUISI: DEFINISI DAN UNSUR-UNSURNYA
1. Pengertian
Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.
(1) Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
(2) Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
(3) Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
(4) Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
(5) Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.
Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.
2. Unsur-unsur Puisi
Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai unsur-unsur puisi.
(1) Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.
(2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.
(3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya :
(1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.
(4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.
(5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima). Djojosuroto (2004:35) menggambarkan sebagai berikut.
Gambar 1. Puisi sebagai struktur
Berdasarkan pendapat Richards, Siswanto dan Roekhan (1991:55-65) menjelaskan unsur-unsur puisi sebagai berikut.
2.1 Struktur Fisik Puisi
Adapun struktur fisik puisi dijelaskan sebagai berikut.
(1) Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
(2) Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Geoffrey (dalam Waluyo, 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan, yaitu penyimpangan leksikal, penyimpangan semantis, penyimpangan fonologis, penyimpangan sintaksis, penggunaan dialek, penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu), penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno), dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik)
(3) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
(4) Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5) Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6) Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
2.2 Struktur Batin Puisi
Adapun struktur batin puisi akan dijelaskan sebagai berikut.
(1) Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
(2) Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
(3) Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
(4) Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.
sumber: dari berbagai sumber
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
pengertian sajak
telinga terhadap sajak akan terpencil daripada satu wilayah yang penuh harta
kekayaan berupa pengertian tentang manusia". Sedangkan Gerson Poyk
berpendapat: "Dunia ini sebenarnya absurd sehingga manusia tidak dapat
mengerti akan dunia ini sepenuhnya dan tugas penyair tentunya berusaha
menggali rahasia kehidupan yang penuh misteri ke dalam bait sajak mereka."
Dan menurut H.B. Jassin, sajak itu adalah suara hati penyairnya, sajak lahir
daripada jiwa dan perasaan tetapi sajak yang baik bukanlah hanya permainan
kata semata-mata. Sajak yang baik membawa gagasan serta pemikiran yang
dapat menjadi renungan masyarakat.
Abdul Hadi W.M. menjelaskan bahwa sajak itu ditulis untuk mencari kebenaran.
Katanya lagi, "dalam sajak terdapat tanggapan terhadap hidup secara
batiniah". Oleh itu bagi beliau, di dalam sajak harus ada gagasan dan
keyakinan penyair terhadap kehidupan, atau lebih tepat lagi, nilai
kemanusiaan.
Aneh bin nyata, mungkin karena untuk mencari kebenaran inilah, sehingga
banyak sekali penyair kondang, pernah merasakan hidup di bui, mulai dari
Hamka s/d Rendra.
Saini KM menanggapi sajak sebagai berikut:
sebelum tintamu menjadi darah
kata-kata akan tetap tinggal bunyi;
kebisingan lain di tengah-tengah hingar-bingar dunia
Sajak itu sekelompok warna kata dalam misteri makna. Tugas penyair hanya
menulis. Tugas pengkritik adalah membedah sajak itu dengan pisau ilmunya
dan tugas anda (sebagai calon peperiksaan) adalah memberi apa-apa yang
diminta, bukan menghulur apa-apa yang ada (tahu).
Dan mungkin tepat juga apa yg ditulis oleh W.S. Rendra dlm sajaknya
"Sebatang Lisong"
penyair - penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan
termangu - mangu di kaki dewi kesenian
Penyair si Burung Merak, W.S. Rendra lahir di Solo pada th 1935. Ia banyak
menulis sajak2 lirik dgn thema cinta yg dihubungkan dgn rasa keagamaan dan
mistik, seperti yg tercantum dlm kumpulan sajak2nya yg berjudul: " Empat
kumpulan sajak" (Kakawin Kawin, Malam Stanza, Nyanyian dari Jalanan dan
Sajak Duabelas Perak).
Bahkan harus diakui, bahwa mang Ucup juga pernah nyontek puisi dari Rendra
yg berjudul "Surat Cinta" untuk dikirimkan kepada seorang wanita pujaannya.
Tetapi sekarang sajak W.S. Rendra yg cocok untuk dicontek oleh mang Ucup
hanya "Sajak seorang tua untuk istrinya"
Sajak2 lainnya yg bertema keagamaan ialah Mazmur Mawar dan Sajak-sajak
Sepatu Tua. Sedangkan sajak2nya yang bertemakan politik seperti "Pamplet
Penyair" mulai ditulisnya sejak 1975.
Salah satu bait sajak dari Rendra yg sangat berkesan bagi saya ialah dari
sajak
Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang
Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada pilihan
kecuali menyadari
biarpun bersama penyesalan
Apakah Anda tahu bahwa banyak sekali karya besar para pujangga yg di ilhami
oleh Alkitab? Bahkan kata "breakfast" sebenarnya berasal dari dua kata
"break" yaitu menghentikan dan "fast" ialah puasa, konsep kata ini bisa
diartikan juga sebagai menghentikan puasa atau buka puasa dan berasal dari
abad kelimabelas.
Perkataan "restaurant" untuk rumah makan yg banyak sekali digunakan di
berbagai macam bahasa dunia modern sekarang ini, asal muasal sebenarnya dari
Alkitab. Kata "rest" dlm restaurant berasal dari Matius 11:28 "Come to Me,
all you who labor and are heavy laden, and I will give you REST."
Pada abad ke 18, seorang pengusaha restorant di Paris yg bernama Boulanger
memasang papan reklame di depan rumah makannya dgn huruf tebal dan besar
dimana ia mengutip dan merubah text Alkitab tsb diatas menjadi "Come unto
me, all ye that are hungry and I shall RESTORE you" dari situlah perkataan
RESTORant mulai dipakai dan menyebar luas sedunia.
sumber : grup diskusi Google
di terbitkan oleh Dede durahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
TEKNIK PIDATO, CERAMAH DAN KHOTBAH
Pidato, Ceramah, dan Khotbah adalah pengungkapan gagasan atau pikiran dengan bahasa lisan (berbicara) kepada orang banyak. Pidato merupakan seni berbicara di depan orang banyak. Keterampilan berpidato tersebut memerlukan keberanian tersendiri. Sebaiknya apapun materi pidato yang akan disampaikan, jika tidak ada keberanian tampil di depan umum, hasilnya tentu kurang baik.
Orang yang pandai berpidato disebut orator.
Hal-hal Penting dalam Menyiapkan Naskah :
1. Mempersiapkan bahan, kita membaca buku, majalah dsb sebagai sumber yang
relevan dengan topik
2. Pahami calon pendengar: latar belakang pendidikan, minat, kehidupan dan
Lingkungan
3. Gunakan bahasa komunikatif, mudah dipahami dan bervariasi
Kerangka/Sistematika Pidato :
1. Salam Pembuka ( bertujuan untuk menyapa dan memberikan salam kepada hadirin)
2. Pendahuluan (bertujuan untuk mengantarkan pikiran dan perhatian hadirin kepada materi pokok)
3. Isi (beretujuan untuk menyampaikan tema pidato seccara lengkap dan utuh)
4. Penutup (bertujuan untuk menegaskan isi pidato berupa simpulan dan harapan-harapan)
5. Salam Penutup (bertujuan untuk menyampaikan salam dan ucapan terima kasih)
Ada beberapa cara/teknik berpidato, yaitu:
Teknik Impromptu atau disebut juga cara spontanitas (tanpa persiapan).
Teknik Menghafal, yakni menghafal kata per kata dari awal sampai akhir pidato.
Teknik Naskah, yakni membaca naskah pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Teknik Ekstemporan, yakni mencatat poin-poin penting, bagian lainnya dikembangkan sendiri.
Faktor-faktor penting yang perlu dipersiapkan sebelum berpidato adalah:
1. Menentukan tujuan pidato, apakah memberitahu, menghibur, atau membujuk
2. Menyempitkan tema/topic. Tujuannya untuk menyiasati keterbatasan waktu dan
kemampuan pembicara.
3. Menganalisis suasana dan siapa pendengarnya. Tujuannya agar pidato yang
disampaikan tepat sasaran pendengarnya.
4. Membuat kerangka pidato dan dilengkapi dengan bagian-bagian penting yang
akan disampaikan kepada pendengar. Kerangka berperan sebagai rambu-rambu sehingga saat pidato tidak keluar dari permasalahan yang sedang dibicarakan.
5. Berlatih pidato di depan cermin untuk mengetahui apakah gaya dan
penampilan sudah tepat atau belum.
6. Mintalah pengarahan dari orang yang berpengalaman
Supaya pidato kalian dapat ditangkap pendengar, kalian harus menggunakan intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang jelas.
Pengertian mengenai intonasi, artikulasi dan volume dapat dilihat sebagai berikut.
Intonasi berkaitan dengan nada, tempo, dan jeda. Nada berhubungan dengan tinggi rendahna suara, tempo berhubungan dengan cepat lambatnya cara mengucapkan kalimat-kalimat pidato. Pengucapan kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat seruan akan menghasilkan intonasi yang berbeda. Secara singkat dapat dikatakan intonasi adalah lagu dalam mengucapkan kalimat-kalimat pidato.
Pengucapan bunyi-bunyi bahasa, misalnya a,i,u,e,o,b,k,r, dan lain-lain disebut artikulasi. Dalam artikulasi, pelafalan atau pengucapan harus jelas., Pembicara harus berusaha agar suaranya bersih, tidak serak atau tidak sember.
Volume berkaitan dengan tekanan. Keduanya berhubungan dengan keras lembutnya suara. Ada kata atau sejum,lah kata yang perlu diucapakan lebih tinggi luntuk memberi tekanan tertentu. Tinggi rendahnya volume suara dapat lmenarik daya pikat pidato.
Bagian isi pidato disampaikan dengan kalimat lugas dan jelas.
Akan tetapi, isi pidato juga dapat disampaikan dengan ungkapan, ilustrasi, contoh, atau cerita-cerita yang menarik. Tentu saja cerita yang berkaitan dengan materi yang dibicarakan. Selain itu, kata mutiara, peribahasa, ataupun kata kiasan juga dapat disisipkan dalam penyampaian isi pidato.
di terbitkan oleh Yunizar Suwandhana 2 komentar
Label: Bahasa indonesia
WAWANCARA

Wawancara adalah suatu cara mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau autoritas atau seorang ahli yang berwenang dalam suatu masalah.
- Jenis-Jenis Wawancara
a. Wawancara berita
Yaitu berita yang dilakukan untuk memperoleh keterangan, konfirmasi atau penanganan suatu masalah.
b. Wawancara pribadi
Yaitu wawancara yang dilakukan untuk memperoleh data tentang pribadi dan pemikiran interview.
c. Wawancara eksklusif
Yaitu wawancara yang dilakukan seorang wartawan atau lebih secara khusus berkaitan dengan masalah tertentu.
d. Wawancara sambil lalu
Yaitu wawancara yang dilakukan tidak secara khusus dan berlangsung secara kebetulan.
e. Wawancara keliling
Yaitu wawancara yang dilakukan dengan menghubungi berbagai interview terpisah namun ada kaitannya dengan berita yang ditulis.
- Ciri-Ciri Wawancara
a. Dilakukan secara bertatap muka
b. Dilakukan untuk tujuan mengumpulkan data dan fakta
c. Ada orang yang diwawancarai
d. Ada narasumber
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 1 komentar
Label: Bahasa indonesia
ARTIKEL
- Pengertian Artikel
Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang atau kelompok yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kontroversial untuk tujuan memberi informasi, mempengaruhi dan meyakinkan atau menghibur khalayak pembaca.
- Karakteristik Artikel
a. Ditulis dengan atas nama
b. Mengandung gagasan aktual dan gagasan kontroversial
c. Gagasan yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian terbesar khalayak pembaca
d. Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
e. Disajikan dalam bahasa yang hidup, segar, populer, dan komunikatif
f. Singkat dan tuntas
g. Orisinil atau asli tulisan hasil sendiri
- Jenis-Jenis Artikel
a. Artikel Praktis
Yaitu artikel yang suka ditulis dalam majalah atau koran yang singkat dan mudah dipahami
b. Artikel Ringan
Yaitu artikel yang mudah dipahami
c. Artikel Halaman Opini
Yaitu artikel yang ditulis dihalaman opini misalnya artikel tentang pendapat dari para pembaca
d. Artikel Analisis Ahli
Yaitu artikel yang ditulis tentang para ahli
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
BERITA
Berita adalah karangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat dan diberikan untuk memberitahukan yang bersifat factual.
CIRI-CIRI BERITA
1. Bersifat Informasi
2. Bersifat Faktual
3. Mengandung unsur 5 W 1 H
LANGKAH-LANGKAH MEMBACA BERITA
1. Terlebih dahulu memahami isi berita yang akan dibacakan
2. Memahami satuan struktur bahasa
3. Menggunakan lafal yang jelas
4. Menggunakan intonasi yang tepat
5. Menempatkan jeda panjang maupun pendek secara tepat
6. Menggunakan kejelasan ucapan
7. Mengatur kecepatan gerak mata
8. Memberikan tekanan yang tepat
9. Dapat mengatur nafas dengan seimbang
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
CATATAN KAKI
Catatan Kaki adalah keterangan-keterangan dari teks yang ditempatkan pada kaki (bagian bawah) halaman yang bersangkutan.
Unsur-Unsur Catatan Kaki :
Sebuah Catatan kaki haruslah terdiri atas :
1. Nomor rujukan yang ditulis setengah spasi lebih tinggi
2. Nama pengarang lengkap dan tidak dibalik, setelah nama diberi koma (,).
3. Judul buku (digaris bawahi / dicetak miring) atau artikel (diapit tanda petik dua)
4. Tempat penerbit ditempatkan dalam tanda kurung, setelah judul buku
5. Penerbit
6. Tahun terbit
7. Halaman (biasanya disingkat hlm dan diberi tanda titik (.) setelah angka)
Perhatikan contoh catatan kaki berikut :
ⁿTaufiq Sutyarahman, bila negara dipimpin oleh orang-orang zalim (bandung : buku0ne, 2008), hlm 52.
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan lain yang berhubungan dengan sebuah karangan atau sebagian dari sebuah karangan yang tengah digarap (keraf, 1989 : 23). Fungsi daftar pustaka adalah pertanggungjawaban ilmiah terhadap gagasan-gagasan orang lain yang telah digunakan oleh seseorang dalam menjelaskan atau memperkuat gagasannya disebuah karangan ilmiah.
Penulisan Daftar pustaka berbeda dengan catatan kaki. Oleh karena itu mari kita lihat contoh :
Perhatikan contoh penulisan daftar pustaka berikut!
1. Sutyarahman, Taufiq. 2008. Bila negara dipimpin oleh orang-orang zalim bandung : BukuOne
____2008 Pemimpin Haruslah yang Jujur : BukuOne
Berikut ini dijelaskan cara menuliskan sumber acuan dalam daftar pustaka :
1. Nama pengarang
2. Tahun Terbit
3. Judul Buku atau Artikel
4. Tempat Terbit
5. Nama Penerbit
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
DRAMA
Drama adalah sebuah bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertontonkan di depan orang banyak yang berupa dialog.
Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog biasanya memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama.
Tugas Dialog Yaitu :
1. Menerangkan isi cerita kepada penonton.
2. Memperkenalkan watak para pelakunya
Cara-cara Berdialog Berdasarkan Teknik pengucapan :
1. Menaikkan volume suara / mengatur volume
2. Menaikkan tinggi nada suara
3. Menaikkan kecepatan tempo
4. Mengurangi volume tinggi nada dan kecepatan tempo suara
Unsur-Unsur Drama
1. Tema
2. Amanat
3. Plot
4. Karakter
5. Dialog
6. Setting / Tempat
7. Gaya bahasa
8. Interpretasi
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: Bahasa indonesia
