Pada SMT 1 saya belajar tentang ANATOMI ,,
mudah-mudahan penjelasan ini bisa membantu sya n teman-teman yg sama akan mempelajari tntng ini ,,
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.
Sejarah anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kronologi masalah anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban persembahan pada masa purba hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh para ilmuwan modern. Dalam perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur tubuh melalui ilmu anatomi. Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan tubuh hewan, pembedahan mayat, sampai ke teknik-teknik kompleks yang dikembangkan pada satu abad terakhir.
dikutip dri wikipedia ..
Anatomi
di terbitkan oleh Yunizar Suwandhana 0 komentar
Label: biologi
Metabolisme
A. Pengertian metabolisme
metabolisme adalah suatu reaksi kimia dalam tubuh yang mengubah suatu
zat menjadi zat lain
metabolisme dibagi menjadi dua yaitu :
1. Katabolisme
katabolisme adalah penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa
sederhana untuk menghasilkan energi. Contohnya adalah fermentasi.
2. Anabolisme
anabolisme adalah penyusunan senyawa sederhana menjadi senyawa yang
lebih lengkap. Contoh dari anabolisme adalah fotosintesis dan
kemosintesis.
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: biologi
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
Pengertian pertumbuhan adalah proses bertambahnya jumlah protoplasma sel suatu organisme serta pertambahan tinggi, berat dan volume, yang bersifat irrevesible atau tidak kembali pada keadaan semula.
Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan.
Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: biologi
Hormon yang mempengaruhi tumbuhan
Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan diantaranya :
1. Auksin
hormon ini berfungsi memicu proses pemanjangan sel.
Hormon auksin ditemukan pada tahun 1928 oleh F.W. Went.
2. Giberelin
hormon ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli dari jepang pada tahun 1926 yaitu oleh F. Kurosawa.
Ia mempelajari penyakit pada padi. Dan ia menemukan bahwa padi yang terkena jamur Giberella fujikuroi mengalami pertumbuhan cepat. Batangnya tinggi tetapi pada daun warnanya pucat. Lalu dinamakanlah giberelin.
Hormon ini berperan dalam merangsang perkembangan dan perkecambahan embrio.
3. Etilen
etilen merupakan hormon yang berupa gas. Biasanya hormon ini dihasilkan dari buah yang sudah tua dan dapat menghasilkan gas etilen.
Kita sering mengenal gas ini dan sering menggunakannya sebagai pematang buah. Kalo bahasa dagangnya gas etilen adalah gas karbit.
Etilen berperan dalam proses pematangan buah dan kerontokan daun.
4. Sitokinin
sitokinin berperan dalam pembelahan sel (sitokinesis). Sitokinin yang biasa digunakan contohnya, kinetin.
5. Kalin
kalin berperan dalam proses organogenesis.
Kalin dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
a. Rhizokalin, berperan dalam proses pertumbuhan akar.
b. Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
c. Filokalin, berperan dalam pembentukan daun.
c. Antokalin, dalam pembentukan bunga.
6. Asam absisat.
Tidak semua hormon tumbuhan berperan dalam memacu pertumbuhan, ada juga yang justru bisa menghambat pertumbuhan, misalnya asam absisat.
Asam absisat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun.
7. Asam traumalin
asam traumalin dianggap sebagai hormon luka.
Hormon ini berperan dalam proses regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan.
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: biologi
Pertumbuhan kacang merah
Kacang merah (Vigna Angularis) merupakan jenis kacang-kacangan yang tergolong kedalam kelompok kacang polong (legume),
kacang merah juga merupakan tanaman kacang mempunyai kandungan gizi yang sangat baik dan berguna bagi tubuh, tetapi jangan berlebihan karena bisa menyebabkan jerawat.
disini akan dijelaskan mengenai pertumbuhan kacang merah.
kacang merah biasa hidup didaerah tropis, yang banyak akan air. tapi tidak terlalu banyak.
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 0 komentar
Label: biologi
SISTEM EKRESI
Detefikasi : proses pengeluaran sisa2 pencernaan dalam bentuk padat melalui anus.
Ekresi : proses pengeluaran sisa metabolisme yg tidak di perlukan oleh tubuh dikeluarkan dlm bntk gas & cair.
Sekresi : proses pengeluaran zat yg msh diperlukan tubuh oleh suatu kelenjar, misal hormon atau enzim.
STRUKTUR & FUNGSI ALAT-ALAT EKRESI
Paru-paru: selain organ respirasi, juga organ ekresi coz berfungsi mengeluarkan gas CO2 & H2O dlm bentuk uap air. CO2 dlm darah sebagian besar terlarut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3-), sedangkan sisanya terikat oleh Hb & larut dalam plasma darah.
Kulit : organ trluar tubuh yg berperan dlm mempertahankan suhu tubuh, melindungi jaringan di bawahnya, tempat sintensis vitamin D, sebagai alat indra, melindungi tubuh dr kuman, dehirasi, & radiadsi ultra violet. Sebagai organ sekresi: mengekresikan garam, dan senyawa organic. Kulit tersusun atas, lapisan epidermis, terdiri dari lapisan stratum korneum (klt terluar yg cepat mengelupas).Stratum lusidum (kulit mati, jernih tdk berinti berada di kulit tebal).stratum granulosum (lapisan pipih berisi granula mengandung keratohialin).stratum spinosum (lapisan sel2 berbetuk poliherdal, tersusun rapat, permkaan seperti duri). Stratum germinativum/Stratum basale (tersusun atas selapis sel kubus, aktif membelah &pembentuk lpsn baru) dalam sel ini terdapat sel2 melanosit yg menghasilkan enzim melanin, dan sel2 kertinosit menghasilkan enzim keratin. Pada lpsn dermis terdapat akar rmbut, kelenjar minyak(grandula sebacea) berfungsi untuk menghasilkan minyak & bakterisida yg dpt membunuh bktr di klt kpla, pmblh darah, ujung2 saraf, dan kelenjar keringat(grandula sudorifera)berfungsi untuk mengeluarkan kerngat sbg sisa metabolisme. Aktifitasnya diatur oleh hipotalamus & enzim brandikinin yg kerjanya diransang oleh perbhn suhu tbh.
Hati: keljr terbsar dlm tubuh,berda di bwh difragma & menempati sebagian rongga perut, diseliputi oleh jaringan ikat penguat disebut kapsula glison, terdapat jg pmblh darah arteri, vena, saluran empedu, mendpt pasokan dr arteri hepatica & vena porta hepatica. Hati trmsk organ ekresi karena menghasilkan cairan empedu yg merupakan cairan hsl perombakan sel2 darah merahyg sdh tua, cairan ini trsusun atas air, garam2 empedu, kolesterol, beberapa ion, dan zat warna empedu. Proses terbentuknya sel2 drh merah tua dirombak dlm hati disebut histiosit, hasilnya difagositosis, sementar Hb dicairkan jadi heme/hemin & globin. Dihati hemin akan diuraikan menjadi biliverdin & zat besi, biliverdin diubah menjadi bilirubin yg merupakan zat warna empedu(kehijauan), sebagian bilirubin terikat oleh albumin darh & diekresikan lngsng melalui ginjal, sebagian lg diekresikan oleh hati ke kantung empedu untk dialirkan menuju keusus halus yg teroksidasi mnjd urobilin(berwarna kuning kecoklatan), sebagian urobilin akan msk keperedarn darah, sisanya akan keluar bersama feses krn itu feses kita berwarna kuning kecoklatan. Sedangkan zat besi disimpan untuk digunakan ataupun dikeluarkan saat menstruasi, luka dll. Sementara itu, globin akan menjadi asam amino bebas.
Ginjal: organ ekresi utama manusia krn berfungsi dalam mengekresikan zat buangan, mengtur jumlh air dan plasma dlm tubuh, menjaga tekanan osmosik, mengatur pH plasma dan cairan tubuh. Ginjal disebut jg organ osmoregulator krn berperan utama dlm proses osmoregulasi (proses pengendalian komposisi cairan tubuh sehingga tubuh dapat menjalakan fungsi fisiologisme dgn optimal. Struktur ginjal : sepasang ginjal yg terletak diruas2 tulang belakang bagian pinggang, seperti kacang merah. Disetiap ginjal keluar saluran urine (ureter) bermuara kekantong kemih (vesika urinaria) saluran pelepasan urine disebut uretra. Disetiap ginjal terdapat sekitar 1,25 juta nefron (unit structural & fungsional terkecil pd ginjal. Setiap nefron terdiri atas sebuah badan malpighi(tersusun atas kumpulan pembuluh darah kapiler(glomelurus) & kapsul bowman) dan tubulus(terbagi menjadi 3 bagian: tubulus kontortus proksimal,lengkung henle & tubulus kontortus distal). Setiap nefron bermuar ke tubulus kolektivus yg terdapat dlm lpsn ginjal/medula dinamakan pelvis renalis.
PROSES PEMBENTUKAN URINE
Terjadi dibagian nefron, berlangsung melalui 3 tahap ;
1. filtrasi yaitu proses penyaringan darah yg berasal dari arteriol, terjadi di glomerulus hasilnya dinamakan urine primer/filtrat glomerulus yg mengisi kapsul bowman dan masuk ke tubulus kontortus proksimal;
2. reabsorpsi yaitu proses penyerapan kembali zat2 hasil filtrasi yang msih diperlukan tubuh misalnya vitamin, glukosa & asam amino. Dimulai dari tubulus kontortus proksimal, reabdorpsi dilakukan oleh dinding usus secara difusi & transfor aktif. Dinamakan reabsorpsi obligat, dimana 80% air diserap kmbl di tubulus ini. Filtrat yg keluar dinamakan urine sekunder/filtrat tubulus. Lalu masuk melewati lengkung henle desenden(turun) terjadi reabsorpsi 6% air dan lengkung henle asenden(naik) terjadi reabsorosi Na+ & Cl-. Akhirnya msk ke tubulus kontortus distal, terjadi penambahan & pengurangan filtrat. Reabsorpsi Na+, Ca2+ & air dikontrol oleh hormon antideuretik(ADH), reabsorbsi ini dinamakan reabsorpsi fakultatif coz reabsorpsinya disesuikan dgn kebutuhan.
3. augmentasi/sekresi beberapa zat dr darah dikapiler ke filtrat berupa ion K+, PO3-, keratin, obat2an & senyawa toksik terjadi di tubulus kontortus distal, lalu mengalir ke duktus kolektifus akan terjadi reabsorpsi air dan ion Na+ dipengaruhi oleh ADH & aldesteron dan augmentasi ion K+ dan ion bikarbonat. Kemudian urine diampung di katung kemih, daya tampungnya 300 cc, tekanan ke dinding katung menyababkan ingin buang air kencing.
FAKTOR VOLUME DAN KOMPOSISI URINE
Jumlah air yang diminum, jumlah glukosa & garam yang dikeluarkan, suhu lingkungan, dan keadaan ADH. Rendahnya sekresi ADH akibat penyakit tumor menyebabkan hancurnya kemampuan ginjal menampung air
FUNGSI GINJAL DLM OSMOREGULASI
Homeastatis :keadan normal agar suatu makhluk hidup dpt bertahan nidup trhdp lingkungan yg senantiasa berubah.
Osmoregulasi : mekanisme keseluruhan yg digunakan oleh MH untuk mengendalikanair & zat terlarut yg terdapat di dlm tubuhnya. Peranan osmoregulasi dan ekresi antara lain mengeluarkan & membuang zat sisa metabolisme(waste product), mencegah adanya ganguan aktifitas metabolic dlm tdh dgn cara mengekresikan zat buangan, mengendalikan kandunagn ion dalam cairan tbh, mengatur jmlh air dlm cairan tbh, mengatur kadar ion H+/pH cairan tbh. Keseimbangan cairan dan elektrolit tbh diatur oleh 3 hormon : hormon antideuretik(dihslkan oleh sel2 kusus pd hipofisis posteriol dinamakan osmoreseptor yg peka terhadap perubahan osmotik darah. Hormon aldosteron(dihslkan oleh kelenjar korteks adrenal, berfungsi mengatur jmlh Na+ yg diserap dan K+ yg dilepaskan tubulus di ginjal). Peptida natriuretik(dilepaskan oleh jantung akibat meningkatnya tekanan dan volume darah berfungsi untuk menghambat sekresi ADH & aldesteron sehingga tidak terjadi penyerapan air & elektrolit di tubulus ginjal dlm jmlh yg bnyk.
Sistem ekresi pd invertebrata
Contoh planaria : berupa saluran yg menjalin2 membentuk rangkaian yg dosebut nefrida. Pada cacing tanah, neridianya lebih komsplek pd setiap segmen terdapat 2 nefridia yg mengandung silia dgn ujung terbuka disebut nefrostom. Kompleks nefridia diselaputi oleh kapiler darah, hal ini memungkinkan terjadinya reabsorpsi senyawa2 dalam urine yg diperlukan tubuh. Urine akan disimpan dlm bladder dan dikeluarkan melalui lubang pangkal nefridium yg disebut nefridiofor. Pada belalang ; saluran malpighi mengeluarkan air bersama sampah nitrogen yg terkandung didalamnya. Air dan K+ diserap rectum hasilnya dlm bentuk asam urat.
TEKNOLOGI YG BERHUBUNGAN DGN SISTEM EKRESI;
1. Hemodialisi atau cuci darah, digunakan untuk mengatur komposisi darah dgn mesin dialysis, prosesnya melibatkan difusi pasif melewati suatu membran selektif permeable
2. Transplantasi ginjal atau congkok ginjal merupakan suatu cara untuk menempatkan ginjal baru yg sehat dr donor kedlm penderita gagal ginjal. 3 hal penting dlm transplatasi ginjal: persipan medis; kelengkapan medis dan peralatan medis, pemeriksaan tekana darah, golongan darah dan Faktor kesesuaian dlm darah. Pelaksanaan oprasi, dan penanganan pasca operasi; mencegah infeksi dan penolakan atas kehadirn ginjal baru
3. Holmium laser; untuk menghancurkan batu ginjal
KELAINAN PD SISTEM EKRESI
Glomerulonefritis; radang pd bagian korteks ginjal khususnya glomerulus, disebabkan krn bakteri Steptrocoecus sp dan virus
Polisistik; penyakit keturunan berupa pembengkakan nefron
Gagal ginjal; ketidakmampuan ginjal memerankan fungsinya sebagai organ sekresi
Nefrolitiasis; tersembatnya saluran urine oloh adanya batu ginjal (calculi)yg terbentuk krn endapan kalsium, magnesium, dan kristal2 asam urat
Kanker kantung kemih; kanker yg disebabkan senyawa kimia, senyawa rokok dan yg dikeluarkan industri karet, menyerang usia 60-70 th
Pielonefritis; radang pd daerah korteks dan medula ginjal karena infeksi bakteri
Diuresis; meningkatnya ekresi urine krn kehadiran senyawa yg bersifat diuretic(kimia) dlm ginjal, cotoh; alcohol, kafein, dan furosemida(lasix)
Diabetes insipidus; suatu keadaan yg ditandai dgn kencing terus menerus coz kurangnya ADH dlm darah
Diabetes mellitus or kencing manis; penyakit yg disebabkan oleh kurangnya hormon insulin sehingga urine banyak mengandung glukosa
Nefroptosis(ginjal terapung, floating kidney); kelainan dimana posisi ginjal lebih rendah drpd seharusnya, biasenya menimpa supir truk, pengendara motor dan penunggang kuda.
Oliguria dan anuria; kelainan berupa sedikitnya produksi urine
Azotemia dan uremia; kelainan berupa fungsi konsentrasi urine dalam darah
10 cara menghindari kanker; berhenti merokok, menghindari sinar MH yg berlebih, mengurangi konsumsi lemak, banyak makan berserat, kurangi makanan yg diasap/dibakar/diawetkan, makan makanan yg banyak vitamin A & C, mengkonsusi sayuran, no alcohol, periksa teratur dan hidup sehat.
Asam urat; sisa metabolisme zat2 purin dlm makanan contohnya dlm; otak, paru2, usus, jantung, daging, ikan laut, kacang-kacangan dan emping.
SUMBER : DARI BERBAGAI SUMBER
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: biologi
ENERGI NUKLIR
Energi Nuklir merupakan sumber energi alternatif yang layak untuk dipertimbangkan dalam Perencanaan Energi Jangka Panjang bagi Indonesia guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan,namun energi nuklir seperti mata uang bersisi dua. Bisa bermanfaat untuk kesejahteraan manusia, tapi bisa juga memusnahkan manusia dengan segala peradabannya. Bermanfaat untuk kesejahteraan karena energi nuklir bisa menghasilkan listrik untuk kebutuhan manusia. Sebaliknya energi nuklir bisa dibuat senjata nuklir yang bisa memusnahkan manusia.
Dengan kemajuan iptek nuklir dewasa ini maka daya musnahnya tentu lebih hebat dan lebih dahsyat dari peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, yang menelan korban sekitar 220.000 orang. Bertolak dari kenyataan pemanfaatan ganda yang antagonistis tersebut, maka dimensi sosial politik berperan penting. Bahkan menentukan dalam mengatur pemanfaatannya yang bersifat mengikat.
Untuk mencegah penyalahgunaan pemanfataan energi nuklir menjadi senjata nuklir maka salah satu keputusan politik PBB ialah ditetapkannya Non Proliferation of Nuclear Weapons Treaty-NPT). Inti NPT, pertama, negara pemilik senjata nuklir dilarang mentransfer serta membantu, mendorong, membujuk negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir untuk mem- buat/memiliki senjata nuklir.
Kedua, negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir dilarang menerima transfer senjata nuklir dari negara pemilik senjata nuklir serta tidak mencari, menerima bantuan dalam pembuatan senjata nuklir. Ketiga, negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir mendapat jaminan keselamatan dari bahaya senjata nuklir.
Dalam NPT juga diatur bahwa setiap negara mempunyai hak untuk mengembangkan riset, produksi, dan penggunaan energi nuklir untuk maksud damai tanpa diskriminasi, serta mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam pertukaran peralatan, bahan, iptek, dan informasi teknologi untuk maksud-maksud damai dalam pemanfaatan energi nuklir.
Energi Nuklir: Solusi Krisis Energi
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang membutuhkan pasokan energi yang besar. Saat ini, Indonesia yang berpenduduk sekitar 239 juta jiwa membutuhkan energi listrik sebesar 142.53 TWH dengan kapasitas pembangkit listrik nasional sekitar 34 giga watt. Dan pada tahun 2025 mendatang, diperkirakan kebutuhan listrik tersebut akan naik hingga 100 giga watt.
Fakta kebutuhan energi tersebut ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber energi yang dimiliki negeri kita. Sebagai gambaran, kandungan minyak bumi Indonesia diperkirakan hanya mencapai 18 tahun lagi, cadangan produksi gas diperkirakan sekitar 61 tahun, dan cadangan batubara sekitar 147 tahun lagi. Padahal, 54% penggunaan energi di Indonesia berasal dari minyak bumi, 26,5% dari gas bumi, dan 14% berasal dari batubara. Untuk itu, perlu adanya sumber energi alternatif untuk menggantikan energi yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil dan gas alam.
Kenapa Nuklir?
Penggunaan dan pemanfaatan energi alternatif selain dari bahan bakar fosil adalah suatu keharusan mengingat semakin terbatasnya sumber energi tersebut. Di antara sumber energi alternatif tersebut terdapat sumber-sumber energi terbarukan (renewable) seperti air, angin, cahaya matahari dan pasang surut air. Sayangnya, pemanfaatan sumber energi terbarukan masih amat terbatas dan dalam skala kecil. PLTA sudah kurang memungkinkan dibangun di pulau Jawa. Energi cahaya matahari (surya) terkendala dengan mahalnya panel surya (solar cell) dan kecilnya energi yang dihasilkan karena sifatnya yang tidak kontinu. Energi panas bumi (geothermal) sangat potensial akan tetapi tidak selalu berada di tempat yang dibutuhkan kendala geografis). Energi yang berasal dari angin juga sulit untuk diharapkan mengingat kecepatan dan arah angin di daerah khatulistiwa tidak selalu sama.
Energi nuklir adalah sebuah energi alternatif yang relatif besar potensinya untuk menggantikan energi fosil. Saat ini, tanpa memperhitungkan eksplorasi baru, cadangan uranium dunia akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dunia hingga 100 tahun. Dan dengan teknologi pengolahan dan pembiakan (pada reaktor jenis tertentu), bahkan
akan mencukupi hingga 3600 tahun mendatang.
Energi alternatif yang akan menggantikan posisi energi fosil haruslah juga efisien dan ramah lingkungan. Sebuah reaktor nuklir akan menghasilkan panas yang kemudian akan menghasilkan uap air bertekanan tinggi untuk memutar turbin pembangkit listrik. Energi termal yang dihasilkan oleh pembakaran 1Kg Uranium-235 murni besarnya adalah sekitar 17 milyar Kkal, atau setara dengan pembakaran 2,4 juta Kg batubara.
Terkait dengan efisiensi, biaya produksi listrik sebuah PLTN adalah sekitar 3,5 – 4,5 sen dollar AS per KWH. Jauh lebih murah dibanding harga listrik sekarang yang diperkirakan sebesar 7 sen dollar AS per KWH.
Isu Keamanan dan Keselamatan
Ketika bicara tentang nuklir, hal yang kemudian biasanya terbayang adalah perang, senjata, dan kecelakaan. Tentu saja hal tersebut adalah wajar mengingat dunia masih terbayang dengan kecelakaan reaktor Chernobyl di Uni Sovyet, kecelakaan reaktor Three Miles Island di AS, serta hancur leburnya kota Hiroshima dan Nagasaki karena bom atom di Jepang. Tetapi lantas benarkah pendapat yang menyatakan bahwa sama sekali tak ada kebaikan pada energi nuklir?
Islam telah memberikan pemahaman bahwa segala yang ada di bumi tidak lain adalah untuk kemaslahatan manusia. Tentang masalah bagaimana dan dimanfaatkan untuk apa oleh manusia, hal tersebut diserahkan kepada individu atau kolektif manusia itu sendiri.
Terkait dengan isu keamanan berupa penggunaan nuklir untuk senjata, maka PBB, melalui IAEA (International Atomic Energy Agency) telah mengaturnya dalam NPT (Non-Proliferation Tractat) yang mengatur penggunaan nuklir untuk tujuan damai. Dan Indonesia merupakan satu dari tiga negara pertama–dua lainnya yaitu Norwegia dan Australia—yang menandatangani CSA (Comprehensive Safeguard Agreement). Selain itu, terdapat hal teknis yang tak bisa ditolerir terkait dengan pembuatan senjata nuklir. Uranium dan Plutonium yang dapat digunakan sebagai bahan senjata nuklir haruslah memiliki tingkat pengayaan (pen.: enrichment – pemurnian) di atas 80%. Sedangkan sebuah reaktor nuklir komersial sudah dapat beroperasi dengan uranium yang di-enrich sebesar 5%, dan batas maksimal pengayaan untuk reaktor komersial yang ditetapkan IAEA adalah sebesar 20%.
Hal lain yang terkait dengan nuklir selanjutnya adalah isu keselamatan. Adalah suatu keharusan bagi IAEA untuk menjaga penggunaan energi nuklir di seluruh dunia agar tetap aman dan sesuai dengan tujuan damai. Karenanya, terdapat banyak prasyarat yang ditentukan sebelum dibangunnya sebuah reaktor nuklir. Sebagai contoh kecil seperti keadaan geologi, sejarah bencana (gempa, tsunami, dll) selama beberapa ratus tahun ke belakang, kesiapan SDM, dsb. Standar bangunan sebuah reaktor nuklir bahkan jauh di atas standar bangunan untuk militer. Dan setelah berdiri pun, pihak IAEA akan terus memantau secara berkala reaktor tersebut.
Mengenai bahaya kecelakaan nuklir, hal tersebut telah diantisipasi sejak pembuatan desain reaktor itu sendiri. Sebuah PLTN memiliki desain pengamanan dan antisipasi kecelakaan yang berlapis-lapis. Desain keselamatan suatu PLTN meliputi: Lapisan keselamatan pertama; PLTN dirancang, dibangun, dan dioperasikan sesuai dengan ketentuan yang sangat ketat, mutu yang tinggi dan teknologi mutakhir. Lapis keselamatan kedua; PLTN dilengkapi dengan system pengamanan/keselamatan yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi akibat-akibat dari kecelakaan yang mungkin dapat terjadi selama umur PLTN. Dan lapis keselamatan ketiga; PLTN dilengkapi dengan system pengamanan tambahan, yang dapat diperkirakan dapat terjadi pada suatu PLTN.
Mayoritas reaktor nuklir di dunia saat ini tergolong ke dalam reaktor nuklir generasi II yang telah terbukti beroperasi dengan aman dan selamat (cat.: Reaktor di Chernobyl adalah reaktor jenis RBMK-1000 yang tergolong dalam reaktor generasi I). Dan ke depan, reaktor nuklir yang digunakan dalam PLTN adalah generasi III dan III+ yang lebih ekonomis dan lebih terjaga dari kemungkinan kecelakaan akibat kesalahan orang atau bencana alam.
Mengenai limbah, pengolahan limbah nuklir telah menjadi perhatian yang serius dari para ahli nuklir sejak dulu. Tidak ada kontaminasi limbah radioaktif kepada alam sekitar, baik air, tanah maupun udara. Air (laut/sungai) yang digunakan sebagai medium pendingin untuk beberapa jenis reactor, tidak membawa serta zat-zat radioaktif dalam siklus pendinginannya. Gas yang dikeluarkan oleh sebuah PLTN sangat kecil (sekitar 2 milicurie/tahun) sehingga tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan.
Pada PLTN, sebagian besar limbah yang dihasilkan adalah limbah aktivitas rendah (70 – 80 %). Sedangkan limbah aktivitas tinggi dihasilkan dari hasil daur ulang limbah. Penanganan limbah radioaktif pada umumnya meliputi tiga hal: 1.) Memperkecil volumenya dengan cara evaporasi, insenerasi, kompaksi (ditekan). 2.) Mengolah menjadi bentuk stabil (baik fisik maupun kimia) untuk memudahkan dalam transportasi dan penyimpanan. 3.) Menyimpan limbah yang telah diolah di tempat yang diisolasi.
Kesiapan SDM
Pada persiapan pembangunan PLTN, BATAN telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri, terutama dengan negara-negara yang maju dalam pembangunan PLTN, seperti Amerika Serikat (Westinghouse, General Electric, US-DOE), Canada (AECL, Nordion and AECB), Korea Selatan (KAERI, KHNP), jepang (JAERI, JAEA, MHI), Perancis (CEA, AREVA) dan Rusia (ROSATOM). Bentuk-bentuk kerjasama tersebut antara lain joint study, familiarization with the design of NPP, training, on the job training, managerial and technical issues dan exchange of information.
Selain itu, tiga buah reactor skala penelitian yang telah dibangun di Indonesia (salah satu yang tertua dibangun tahun 1965) telah memberikan kontribusi yang yang tidak sedikit bagi masyarakat melalui bidang kedokteran, pertanian, peternakan, industry, dll. Dan selama ini, belum pernah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa .
Pressurized Water Reactor (PWR)
PWR adalah jenis reaktor daya nuklir yang menggunakan air ringan biasa sebagai pendingin maupun moderator neutron. Reaktor ini pertama sekali dirancang oleh Westinghouse Bettis Atomic Power Laboratory untuk kepentingan kapal perang, tetapi kemudian rancangan ini dijadikan komersial oleh Westinghouse Nuclear Power Division. Reaktor PWR komersial pertama dibangun di Shippingport, Amerika Serikat yang beroperasi sampai tahun 1982.
Selain Westinghouse, banyak perusahaan lain seperti Asea Brown Boveri-Combustion Engineering (ABB-CE), Framatome, Kraftwerk Union, Siemens, and Mitsubishi yang mengembangkan dan membangun reaktor PWR ini. Reaktor jenis ini merupakan jenis reaktor yang paling umum. Lebih dari 230 buah reaktor digunakan untuk menghasilkan listrik, dan beberapa ratus lainnya digunakan sebagai tenaga penggerak kapal.
Pada reaktor jenis PWR, aliran pendingin utama yang berada di teras reaktor bersuhu mencapai 325oC sehingga perlu diberi tekanan tertentu (sekitar 155 atm) oleh perangkat pressurizer sehingga air tidak dapat mendidih. Pemindah panas, generator uap, digunakan untuk memindahkan panas ke aliran pendingin sekunder yang kemudian mendidih menjadi uap air dan menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Uap kemudian diembunkan di dalam kondenser menjadi aliran pendingin sekunder. Aliran ini kembali memasuki generator uap dan menjadi uap kembali, memasuki turbin, dan demikian seterusnya
Manfaat Dan Kegunaan Nuklir
Dengan banyaknya pertanyaan mengenai inti bukan berarti manusia tidak bisa memanfaatkan potensi inti tersebut. Sudah berpuluh tahun manusia memanfaat potensi energi yang dihasilkan dari reaksi fissi (pembelahan) inti uranium dan plutonium. Penemuan ini juga berasal dari coba-cobanya para ilmuan menembakkan neutron ke inti untuk mendapatkan inti baru, namun pada bebarapa inti berat hal itu menyebabkan inti menjadi pecah (terbagi) sekaligus melepaskan neutron lain yang konsekuensinya menimbulkan panas disekitarnya. panas ini kemudian di ambil dengan menempatkan reaksi tersebut didalam air , air yang panas tadi dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. untuk bagian turbinnya hampir sama dengan pembangkit listrik tenaga uap.
Namun selain panasnya yang diambil, neutron yang lepas ini juga dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti untuk mengukur dimensi dari suatu zat, untuk memutasikan tumbuhan agar didapatkan bibit unggul dan lain sebagainya.
Dan Salah satu manfaat dari nuklir adalah dengan dipergunakannya sebagai PLTN, apa itu PLTN? Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.
PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1200 MWe.
PLTN dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan. Tetapi ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, dan hal ini bisa menggunakan jenis reaktor yang berbeda. Sebagai tambahan, beberapa jenis reaktor berikut ini, di masa depan diharapkan mempunyai sistem keamanan pasif.
Reaktor Fisi
Reaktor daya fisi membangkitkan panas melalui reaksi fisi nuklir dari isotop fissil uranium dan plutonium.
Selanjutnya reaktor daya fissi dikelompokkan lagi menjadi:
• Reaktor thermal menggunakan moderator neutron untuk melambatkan atau me-moderate neutron sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron yang dihasilkan dari reaksi fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau dilambatkan (dibuat thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi berantai. Hal ini berkaitan dengan jenis bahan bakar yang digunakan reaktor thermal yang lebih memilih neutron lambat ketimbang neutron cepat untuk melakukan reaksi fissi.
• Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. Karena reaktor cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda dengan reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap berlangsung. Boleh dikatakan, bahwa reaktor thermal menggunakan neutron thermal dan reaktor cepat menggunakan neutron cepat dalam proses reaksi fissi masing-masing.
• Reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar ketimbang menggunakan reaksi berantai untuk menghasilkan reaksi fissi. Hingga 2004 hal ini hanya berupa konsep teori saja, dan tidak ada purwarupa yang diusulkan atau dibangun untuk menghasilkan listrik, meskipun beberapa laboratorium mendemonstrasikan dan beberapa uji kelayakan sudah dilaksanakan.
Apakah ada hasil lain dari reaksi fisi?
Selain itu reaksi fissi juga menyisakan unsur-unsur yang bersifat radioaktif atau meluruh (memancarkan partikel alfa, beta dan sinar gamma) dalam jangka waktu sangat lama, bahkan jutaan tahun. Radiasi yang dihasilkan sangat berbahaya bagi manusia, karena dapat memutasikan manusia secara acak. Mutasi banyak menyebabkan tumbuhnya kanker atau disfungsi organ manusia. Radiasi ini menyebabkan hal-hal mengerikan hanya dalam dosis tertentu. Radiasi ini bukan tidak bisa di kontrol. Penanganan yang baik terhadap sampah sampah sisa reaksi fissi akan menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Negara-negara pengguna energi nuklir saat ini juga sedang mencari tempat yang baik untuk mengubur sampah nuklir ini agar terhindar dari manusia dan hal-hal yang bisa dirusaknya.
Apakah ada reaksi inti lain selain reaksi fisi?
Reaksi fissi bukanlah satu-satunya reaksi yang terjadi pada inti. Reaksi fusi mempunyai prospek yang lebih menjanjikan. Namun pemanfaatannya masih relatif sulit. Reaksi fusi adalah reaksi bergabungnya dua inti menjadi satu. Pada proses ini inti baru mempunyai kehilangan massa dari dua inti penyusunnya, kehilangan massa ini berubah menjadi energi. Saat ini inti yang sering di fusikan adalah isotop hidrogen, yaitu hidrogen yang mempunyai neotron di intinya. Bagi yang pernah melihat film spiderman2 Vs Dr.Octopus, bisa kita lihat adegan reaksi fusi menggunakan metode tekanan laser. Reaksi fusi tidak menyisakan unsur radioaktif, dan otomotasi relatif lebih aman. Dan lagi bahan untuk reaksi ini tergolong sangat amat banyak dimuka bumi ini. Tapi lagi-lagi karena kurangnya pemahaman manusia mengenai inti membatasi kita untuk pemanfaatannya. Saat ini manusia baru mengenal metode thermo nuklir untuk melaksanakan reaksi fusi, dan terbaru menggunakan teknologi laser. Namun semua itu masih dalam ukuran percobaan. Seandainya manusia benar-benar mampu membuat reaktor seperti yang ada di film iron man, maka kita akan terlepas dari yang namanya krisis energi.
Apakah bom atom itu?
Mungkin yang paling menteror dari reaksi inti adalah terciptanya BOM NUKLIR. Bom tidak lain adalah reaksi cepat dimana melapaskan panas yang luar biasa. Reaksi inti juga bisa dipercepat untuk dijadikan Bom. Dengan memperbanyak uranium yang bisa melakukan reaksi fisi maka reaksi fisi bisa mengalami suatu kondisi kritikal. Yaitu kondisi dimana satu reaksi bisa menyebabkan 3 sampai 4 reaksi lain. Hal ini bisa tercapai karena inti yang mengalami reaksi fissi akan melepaskan beberapa neutron yang akan memicu reaksi lain bila neutron cukup lambat menumbuk bidang inti uranium labil lainnya. Bom hasil reaksi fisi bukan yang terbesar, Bom dari reaksi fusi jauh lebih dahsyat dari itu. Bom ini lebih dikenal dengan nama bom hidrogen. Bom hidrogen adalah bom yang pemicunya adalah Bom reaksi fisi uranium atau plutonium. Panas dan tekanan tinggi dari reaksi fissi uranium akan memicu reaksi fusi pada hidrogen dan menyebabkan ledakan kedua yang amat dahsyat.
Apakah reaktor fissi Nuklir untuk pembangkit listrik bisa meledak seperti bom nuklir?
Pada dasarnya rekator pembangkit listrik tenaga nuklir tidak akan bisa menghasilkan ledakan seperti boom atom. Ini disebabkan karena jumlah uranium yang dibatasi serta banyaknya peredam neutron disekitar bahan untuk reaksi nuklir ini. Namun apabila kontrol atau pengawasan yang kurang, reaksi nuklir di reaktor bisa menyebabkan panas yang sangat tinggi berakibat kebocoran. Dan yang sangat berbahaya dari kebocoran ini adalah materi yang dilepaskannya dalam bentuk gas. karena bisa dengan cepat terhembus angin dan sampai di pemukiman.
Bagaimanakah prospek teknologi nuklir di masa depan?
Manusia sangat berharap bahwa reaktor fusi bisa segera diaplikasikan untuk mengatasi kelangkaan energi. Selain karena keamanannya juga karena bahannya yang sangat berlimpah. Namun itu membutuhkan kerja keras dari semua pihak, terutama dari pakar-pakar nuklirnya.
DAMPAK-DAMPAK DARI ENERGI NUKLIR
Dampak Positif
Penggunaan nuklir dinilai lebih menguntungkan karena listrik nuklir tergolong efisien. Biaya yang dibutuhkan untuk produksi sekitar 4 sen dolar AS per kwh. Sedangkan listrik pembangkit PLN saat ini membutuhkan biaya rata-rata 11 sen dolar per kwh. Berdasar pada kondisi ini, energi nuklir pun dinilai sebagai salah satu pilihan yang tepat untuk mengatasi krisis ekonomi di Indonesia.
Lewat nuklir juga bisa dicetak harga listrik yang murah dan dapat bersaing. Selain bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif, nuklir juga bisa dimanfaatkan di bidang lainnya seperti kesehatan, teknologi, pertanian, peternakan, serta kedokteran. Semua bidang dirasa memungkinkan untuk didongkrak.
Dampak Negatif
Reaktor nuklir sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua. Pertama, radiasi langsung, yaitu radiasi yang terjadi bila radio aktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia. Kedua, radiasi tak langsung. Radiasi tak langsung adalah radiasi yang terjadi lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radio aktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.
Keduanya, baik radiasi langsung maupun tidak langsung, akan mempengaruhi fungsi organ tubuh melalui sel-sel pembentukannya. Organ-organ tubuh yang sensitif akan dan menjadi rusak. Sel-sel tubuh bila tercemar radio aktif uraiannya sebagai berikut: terjadinya ionisasi akibat radiasi dapat merusak hubungan antara atom dengan molekul-molekul sel kehidupan, juga dapat mengubah kondisi atom itu sendiri, mengubah fungsi asli sel atau bahkan dapat membunuhnya. Pada prinsipnya, ada tiga akibat radiasi yang dapat berpengaruh pada sel. Pertama, sel akan mati. Kedua, terjadi penggandaan sel, pada akhirnya dapat menimbulkan kanker, dan ketiga, kerusakan dapat timbul pada sel telur atau testis, yang akan memulai proses bayi-bayi cacat. Selain itu, juga menimbulkan luka bakar dan peningkatan jumlah penderita kanker (thyroid dan cardiovascular) sebanyak 30-50% di Ukrania, radang pernapasan, dan terhambatnya saluran pernapasan, juga masalah psikologi dan stres yang diakibatkan dari kebocoran radiasi.
Ada beberapa bahaya laten dari PLTN yang perlu dipertimbangkan. Pertama, kesalahan manusia (human error) yang bisa menyebabkan kebocoran, yang jangkauan radiasinya sangat luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup. Kedua, salah satu yang dihasilkan oleh PLTN, yaitu Plutonium memiliki hulu ledak yang sangat dahsyat. Sebab Plutonium inilah, salah satu bahan baku pembuatan senjata nuklir. Kota Hiroshima hancur lebur hanya oleh 5 kg Plutonium. Ketiga, limbah yang dihasilkan (Uranium) bisa berpengaruh pada genetika. Di samping itu, tenaga nuklir memancarkan radiasi radio aktif yang sangat berbahaya bagi manusia.
Sumber:www.batan.go.id
www.forumsains.com
www.kammi-bandung.or.id
www.wikipedia.com
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 2 komentar
Label: biologi
KOMPOR TENAGA SURYA
KOMPOR TENAGA SURYA
kompor tenaga surya adalah perangkat masak yang menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi.
Beberapa prinsip dasar kompor surya adalah sebagai berikut:
- Pemusatan cahaya matahari. Beberapa perangkat, biasanya berupa cermin atau sejenis bahan metal/logam yang memantulkan cahaya, digunakan untuk memusatkan cahaya dan panas matahari ke arah area memasak yang kecil, membuat energi lebih terkonsentrasi dan lebih berpotensi menghasilkan panas yang cukup untuk memasak.
- Mengubah cahaya menjadi panas. Bagian dalam kompor surya dan panci, dari bahan apapun asal yang berwarna hitam, dapat meningkatkan efektivitas pengubahan cahaya menjadi panas. Panci berwarna hitam dapat menyerap hampir semua cahaya matahari dan mengubahnya menjadi panas, secara mendasar meningkatkan efektivitas kerja kompor surya. Semakin baik kemampuan panci menghantarkan panas, semakin cepat kompor dan oven bekerja.
- Memerangkap panas. Upaya mengisolasi udara di dalam kompor dari udara di luarnya akan menjadi penting. Penggunaan bahan yang keras dan bening seperti kantong plastik atau tutup panci berbahan kaca memungkinkan cahaya untuk masuk ke dalam panci. Setelah cahaya terserap dan berubah jadi panas, kantong plastik atau tutup berbahan gelas akan memerangkap panas di dalamnya seperti efek rumah kaca. Hal ini memungkinkan kompor untuk mencapai temperatur yang sama ketika hari dingin dan berangin seperti halnya ketika hari cerah dan panas.
Strategi memanaskan suatu barang dengan menggunakan tenaga matahari menjadi kurang efektif jika hanya menggunakan salah satu prinsip tersebut di atas. Penutup kompor biasanya dapat dibuka untuk menempatkan panci ke dalamnya. Kotak kompor umumnya mempunyai satu atau lebih pemantul cahaya dari bahan kertas alumunium atau bahan reflektif lainnya untuk memantulkan lebih banyak cahaya ke bagian dalam kotak. Panci pemasak dan bagian dalam bawah kompor sebaiknya berwarna gelap atau hitam. Dinding bagian dalam kompor harus dapat memantulkan cahaya untuk mengurangi hilangnya panas dan mengarahkan pantulan cahaya ke arah panci dan dasar kompor yang berwarna gelap, yang bersentuhan langsung dengan panci.
di terbitkan oleh Dede durahman 0 komentar
energi biomassa
PENGERTIAN BIOMASSA
Biomassa adalah sumber energi yang berasal dari tumbuhan atau bagian-bagiannya yaitu bunga, biji, buah, daun, ranting, batang, dan akar, termasuk tanaman yang dihasilkan oleh kegiatan pertanian, perkebunan, dan hutan tanaman;
bioenergi hanya memegang pangsa 13 persen dari keseluruhan sumber energi dunia. Menurut pakar biologi Andre Baumann kunci untuk meningkatkan efisiensi energi bukan dengan memperluas produksi tanaman untuk biomassa. Sebaliknya, penggunaan energi keseluruhanlah yang perlu dikurangi.
Biomassa, dalam industri produksi energi, Berdasar pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Umumnya biomassa berdasar pada materi tumbuhan yang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel, tapi dapat juga mencakup materi tumbuhan atau hewan yang digunakan untuk produksi serat, bahan kimia, atau panas. Biomassa dapat pula meliputi limbah terbiodegradasi yang dapat dibakar sebagai bahan bakar. Biomassa tidak mencakup materi organik yang telah tertransformasi oleh proses geologis menjadi zat seperti batu bara atau minyak bumi.
PROSES FOTOSINTESA
Biomassa merupakan produk fotosintesa, yaitu butir-butir hijau daun yang bekerja sebagai sel surya , menyerap energi matahari dan mengkonversi karbon dioksida dengan air menjadi senyawa karbon, hidrogen dan oksigen. Senyawa ini dapat dipandang sebagai suatu penyerapan energi yang dapat dikonversi menjadi produk lain. Hasil konversi dari senyawa dapat berbentuk karbon, alcohol kayu, ter.
Proses fotosintesa dapat dirumuskan sebagai berikut :
dimana :
E = energi cahaya
CO2 = karbon dioksida
H20 = air
Cx(H20)y = hidrokarbon
O2 = oksigen
Khlorofil adalah bahan yang membuat hijau daun. hidrokarbon yang terjadi dapat berbentuk gula tebu atau gula bit yang mempunyai rumus Ci2H220ii, atau misalnya berbentuk selulusa yang mempunyai rumus (C6Hio05)x.
Energi total suatu molekul dianggap sama dengan jumlah dari energi masing-masing ikatan atom ke atom. Dengan demikian energi yang terdapat pada karbondioksida dapat dianggap kurang lebih sama dengan empat ikatan C-O, karena setiap atom oksigen diikat oleh karbon dengan ikatan ganda , C02 dapat digambarkan dengan 0=C=0. Bila oksigen diserap dalam proses oksidasi, maka energi dibebaskan karena terdapatnya stabilitas yang meningkat pada ikatan O-H atau ikatan C-O.
Hubungan antara jumlah molekul oksigen yang diserap pada proses pembakaran atau respirasi molekul organik dan jumlah energi pembakaran molekul itu. Rumus Rabinowitch merupakan definisi dari tingkat reduksi rata-rata R dari karbon dalam suatu molekul dengan komposisi CpHqOr sebagai berikut :
Pada dasarnya R merupakan jumlah molekul oksigen yang diperlukan untuk membakar suatu material organik menjadi C02 dan H20 dibagi jumlah atom karbon dalam molekul.
Tiap atom karbon memerlukan satu molekul oksigen untuk dikonversikan menjadi C02l tiap atom hidrogen memerlukan seperempat molekul oksigen untuk dikonversikan menjadi H20 , dan setiap atom oksigen yang sudah terdapat dalam molekul organik itu mengurangi dengan setengah molekul, jumlah molekul 02 yang terdapat diluar dan diperlukan untuk pembakaran.
Jika rumus diatas dipakai untuk arbohidrat CH20 maka karena p=1, q=2 dan r=1 , diperoleh nilai R = 1. Untuk gas methan CH4 dimana p=1, q=4 dan r=0 diperoleh R=2. Gas karbodioksida C02 dengan p=1, q=0 dan r=2 mempunyai nilai R=0.
Proses fotosintesa yang merubah gas karbon karbondioksida menjadi karbohidrat mengangkat tingkat reduksi CH20 yang lebih tinggi(R=1). Proses fotosintesa menyimpan atau menyisihkan seperdua energi pembakaran yang secara maksimum per atom karbon.
Tumbuhan dan bahan organik lainnya dapat dirubah menjadi bahan bakar cair maupun gas dengan bantuan beberapa proses biologi dan proses kimia. Proses biologi seperti fermentasi yang harus bekerja dalam medium air akan cocok untuk bahan-bahan organik yang banyak mengandung air. Proses kimia seperti pirolisa atau reduksi katalis lebih cocok untuk bahan yang kering dan tahan terhadap biodegradasi.
PROSES FERMENTASI UNTUK MEMBUAT ETHANOL
Fermentasi alkoholik merupakan suatu proses yang lama dikenal dan banyak dipakai. Ethyl alkohol atau ethanol mudah dibuat dari berbagai hasil pertanian yang mengandung gula. Ragi merubah gula heksose menjadi ethanol dan karbon dioksida sesuai rumus dibawah ini :
Gula yang difermentasikan dapat berupa glukose, fruktose, sukrose, maltose, rafinose dan manóse. Gula tetes suatu hasil tambahan dari produksi gula tebu mengandung 55% gula-gula dan dapat secara mudah dan murah difermentasikan menjadi
ethanol. Dalam proses demikian gula tetes diencerkan dengan air hingga mencapai kekentalan gula sebanyak 20%, kemudian dicampur dengan biakan ragi sebanyak 5% volume. Campuran ini difermentasikan selama 2-3 hari hingga mencapai nilai alkohol setinggi 9-10%. Alkohol ini kemudian diambil dengan proses destilasi. Satu liter alkohol dengan kemurnian 95% dapat diperoleh dari 2,5 liter gula tetes dengan biaya yang rendah.
Tanaman yang memiliki nilai kanji yang tinggi seperti hasil biji-bijan harus mengalami proses hidrlisa dengan enzim untuk menghasikan gula sebelum difermentasikan menjadi alkohol. Biji-bijian dicampur dengan air dan dipanaskan untuk menjadikan kanji menyerupai agar-agar. Konversi menjadi gula dilakukan dengan enzim dan campuran gandum dan cendawan amylase yang didapat dari jamur tertentu. Kemudian difermentasikan dengan ragi.
Selulosa adalah komponen utama semua tumbuh-tumbuhan dan merupakan 1/3 sampai 1/2 bahan kering tanaman. Dengan demikian selulosa merupakan sumber daya terbarukan yang terbanyak dibumi. Selulosa harus harus mengalami proses hidrolisa dulu menjadi gula sebelum dapat difermentasikan menjadi alkohol.
FERMENTASI ANAEROBIK UNTUK MEMBUAT METHAN
Bahan organik akan mengalami fermentasi alamiah jika terkena air dan mengalami kondisi anaerobik, yaitu tidak mendapat oksigen. Contoh yang dapat dilihat adalah proses pembuatan kompos. Pencernaan anaerobic dalam sebuah bejana sangat bermanfaat untuk merubah bahan organic menjadi methan dan karbondioksida. Tangki tinja merupakan contoh pencernaan anaerobik yang pada dasarnya merupakan proses dengan dua tahap.
Pada tahap pertama bakteri pembentuk asam menghancurkan bahan organik yang kompleks dan merubah lemak, protein dan hidrokarbon menjadi asam organik yang sederhana.
Pada tahap kedua yang berlangsung bersamaan dengan tahap pertama, asam-asam oraganik dipecahkan oleh bakteri methan menjadi methan dan dioksida bahan. Rumus proses diatas digambarkan dengan persamaan berikut :
Di tempat A bahan organik yang dipotong kecil-kecil dicampur dengan air dan dipompa dengan ke tempat tangki pencernaan B. Di tangki ini terjadi proses pencernaan. Tingkat kecepatan pencernaan akan tergantung dari suhu. Gas yang dihasilkan dikeluarkan dari kran C. Endapan yang terjadi dalam tangki pencernaan yang mempunyai bentuk yang sangat padat dikeluarkan melalui kran D untuk dikeluarkan dan dimanfaatkan untuk keperluan lain. Dari kolam Ini cairan kental dialirkan kembali ke tangki pencernaan sedang cairan yang encer dimanfaatkan kembali untuk dicampur dengan masukan bahan organic baru.
PROSES PIROLISA
Pirolisa merupakan suatu proses destilasi destruktif bahan organik
BIOGAS
Sejak berabad-abad tinja binatang maupun manusia dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan dan produktivitas tanah. Dekomposisi bahan-bahan organik dibawah kondisi-kondisi anaerobic menghasilkan suatu gas yang sebagian besar terdiri atas campuran methan dan karbondioksida. Gas ini dikenal dengan gas rawa atau biogas. Campuran gas ini adalah hasil fermentasi . Suhu yang baik untuk untuk proses fermentasi adalah dari 30 °C hingga 55 °C.
Prinsip kimia yang tersangkut dalam pembentukan biogas merupakan prinsip terjadinya fermentasi semua karbohidrat, lemak dan protein oleh bakteri methan, bila tidak dicampur dengan udara. Satu gram lemak, menghasilkan 1,25 liter biogas, tekanan atmosferik yang terdiri atas 68% CH4 dan 32% C02. Untuk proses fermentasi tinja tidak diperlukan tambahan sesuatu bahan kecuali air, yaitu untuk tiap 4 bagian tinja ditambah 5 bagian air. Perlu dicatat bahwa sisa tinja tidak kehilangan nilai sebagai pupuk alam. Dan
biogas tersebut serta sisa tinja yang dipakai sebagai pupuk tidak berbau.
Desain dasar sebuah instalasi biogas terdiri atas sebuah tangki pencerna A dan sebuah wadah gas B untuk mengumpulkan campuran methan dan karbondioksida. Tinja dimasukkan dalam tangki pencerna setelah dicampur air. Wadah gas B akan menerima gas yang terjadi dan akan mengapung.
DAMPAK-DAMPAK DARI BIOMASSA
Dampak Negatif
Dampak lain penanaman produk pertanian untuk biomassa adalah kerusakan pada alam. Andre Baumann yang menjabat ketua Organisasi Lingkungan Hidup Jerman NABU menegaskan produksi tanaman untuk biomassa harus memenuhi standar amdal:
“Biomassa sudah digunakan selama ratusan tahun. Tapi dulu produk biomassa tidak diangkut dengan truk atau pesawat sampai tempat tujuan. Sekam gandum atau sisa tanaman lainnya digunakan di pertanian yang sama sehingga membentuk lingkaran yang tertutup. Tapi sekarang, manusia memakai truk dan kapal laut untuk mengangkut kelapa sawit dari kawasan tropis ke Eropa, ini menyebabkan siklus penggunaan biomassa tidak lagi tertutup.”
Dampak produksi tanaman untuk biomassa juga mulai dirasakan di kawasan lain dunia. Contohnya di Benua Hitam Afrika. Pakar lingkungan dari Institut Pertanian untuk Kawasan Tropis dan Subtropis Universitas Hohenheim Joachim Sauberborn menjelaskan „Di Afrika sumber daya alam yang dapat diperbarui luas digunakan. Banyak warga masih memakai kayu untuk memasak. Namun, dampak negatifnya adalah kerusakan kawasan hutan karena penebangan yang tidak terkontrol. Hilangnya vegetasi hutan menyebabkan pengikisan lapisan tanah yang subur. Akibatnya, lahan pertanian pun makin berkurang.“
Untuk mendapatkan lahan pertanian baru, penduduk Afrika membuka hutan. Akibatnya siklus kerusakan alam terus berlanjut. Penebangan pohon-pohon untuk lahan pertanian menyebabkan karbondioksida dilepaskan ke udara. Padahal karbondioksida atau CO2 adalah salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global.
Beberapa contohnya termasuk penebangan tanaman biomassa (contohnya: pohon-pohon di hutan) untuk bahan baku, atau pembukaan lahan baru (contohnya: hutan atau lahan agrikultur) untuk menanami tanaman biofuel.
Dampak Positif
Mengurangi beredarnya gas rumah kaca di atmosfer
Tahun 1998 merupakan tahun dimana terjadi peningkatan terbesar temperatur. Peningkatan temperatur ini menyebabkan pencairan es di kutub sehingga volume lautan meningkat dan ketingian permukaan laut meningkat 10 sampai 25 cm. Bahkan di prediksi kan tahun 2100 temperatur akan meningkat secara tajam hingga mencapai 6 derajat celcius. Dampak itulah yangmemicu terjadinya bencana alam yang akan menurunkan kualitas hidup manusia.
Untuk mencegah berbagai macam dampak dari pemanasan global, dapat dilakukan dengan mengurangi atau menghentikan proses yang paling besar dalam memicu gas rumah kaca tersebut yaitu pembakaran bahan baker fosil. Pembakaran bahan baker berkaitan erat dengan pemenuhan sector energi bagi peningkatan perekonomian suatu negara. Pengembangan biomasa sebagai sumber energi untuk substitusi bahan bakar bisa menjadi solusi untuk mengurangi beredarnya gas rumah kaca di atmosfer. Dengan penggunaan biomassa sebagai sumber energi maka konsentrasi CO2 dalam atmosfer akan seimbang. Pada waktu yang sama manusia makin menyebabkan peningkatan rumah kaca dengan penebangan hutan secara luas (deforestrisasi) sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap gas CO2. disamping itu hasil hutan yang diperoleh dibakar dan menghasilkan CO2 dan beberapa partikulat matter. Konferensi tentang perubahan iklim telah dilakukan di Kyoto, Jepang pada tahun 1997.
Mengurangi limbah organik
Sampah organic sepeti sampah pertanian (jerami, tongkol), limbah pengolahan biodiesel (cangkang biji jarak pagar, cangkang sawit), sampah kota ataupun limbah kayu, ranting dan pengolahan kayu (sawdust) merupakan limbah yang keberadaanya kurang bermanfaat. Limbah tersebut bila dibiarkan atau dibuang tanpa dibakar terlebih dahulu, dapat melepaskan gas metana yang berbahaya. Hasil Pembakaran limbah merupakan abu yang memiliki volume 1 % bila dibandingkan dengan limbah padat. Untuk meningkatkan nilai kalor, dan mengurangi emisi limbah organik biasanya dilakukan proses karbonisasi. Selain itu pembentukan menjadi briket bermanfaat sebagai bahan bakar padat.
Melindungi kebersihan air dan tanah
Penggunaan pupuk ternak dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kebersihan air dan tanah. Mikroorgranismes seperti salmonella, brucella dan coli didalam pupuk menyebabkan penularan kepada manusia dan binatang. Salah satu proses pengolahan sampah ini adalah proses anaerobic digestion, yaitu dengan penimbunan pupuk kandang ataupun biomassa lainnya dalam suatu digester. Anaerobic digestion akan menghasilkan metana (CH4) dan slurry yang telah terbebas oleh mikroorgranisme.
Mengurangi polusi udara
Limbah pertanian, biasanya langsung dibakar setelah masa panen. Hal ini akan menyebabkan partikel-partikel atau jelaga dan polusi udara. Limbah ini dapat di konversikan menjadi bahan bakar yang lebih bermanfaat sehingga mengurangi jelaga dan polusi udara.
Selain limbah pertanian, pembakaran hutan sering terjadi dimana-mana. Efek pembakaran ini dapat menimbulkan polusi asap yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Pembakaran biomass di dalam ruang bakar menggunakan boiler mengurangi efek polusi asap karena pembakaran dalam industri menggunakan peralatan kendali polusi untuk mengendalikan asap, sehingga lebih efisien dan bersih daripada pembakaran langsung.
Mengurangi hujan asam dan kabut asap
Hujan asam merupakan fenomena yang disebabkan oleh asam sulfur dan asam nitric. Asam-asam ini terbentuk melalui reaksi antara air, oksigen dan sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat reaktan terebut berasal dari emisi pembakaran yang kurang sempurna dari bahan bakar fosil. Asam yang terbentuk jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan asam, kabut dan salju.
Akibat hujan asam ini meningkatkan keasaman danau dan sungai, sehinga akan sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Hujan asam juga merusak bahan bangunan dan cat.
Melalui pembakaran biomassa efek hujan asam ini akan direduksi, dikarenakan pembakaran biomassa akan menghasilkan partikel emisi SO2 dan NOx yang lebih sedikit dibandingkan dengan pembakaran bahan baker fosil. Pebakaran biomasa lebih efieien dan semurna bila diproses melalui karbonisasi karena akan menghasilkan bahan bakar yang terbebas dari volatile matter atau gas mudah terbakar.
Untuk mencegah dampak buruk bagi lingkungan dapat dilakukan dengan mengurangi atau menghentikan proses yang pmerupakan penyumbang gas rumah kaca, yaitu pembakaran bahan bakar fosil. Pembakaran bahan bakar berkaitan erat dengan pemenuhan sektor energi bagi peningkatan perekonomian suatu negara. Pengembangan biomasa sebagai sumber energi untuk substitusi bahan bakar bisa menjadi solusi untuk mengurangi beredarnya gas rumah kaca di atmosfer. Dengan penggunaan biomassa sebagai sumber energi maka konsentrasi CO2 dalam atmosfer akan seimbang.
Konferensi tentang perubahan iklim telah dilakukan di Kyoto, Jepang pada tahun 1997. Protokol Kyoto menghasilkan regulasi untuk mengurangi gas rumah kaca sebesar 5 persen sampai tahun 2012. Tetapi belum semua negara maju meratifikasi Protokol Kyoto.
Kendati konvensi perubahan iklim telah dibahas beberapa kali dan terakhir dilakukan pada desember 2007 di Bali, pada kenyataanya peningkatan gas rumah kaca masih saja terjadi, sehingga IEA (International Energy Agency) memproyeksikan bahwa penurunan gas gas rumah kaca yaitu dengan meningkatkam penggunaan energi terbaharukan seperti biomassa. Energi dari biomassa menyediakan energi yang memiliki konsentarasi CO2 yang lebih rendah di bandingankan dengan energi dari bahan bakar fosil.
sumber:
netsains.com
id.shvoong.com
elearning.gunadarma.ac.id
http://www.dw-world.de
di terbitkan oleh Dede durahman 0 komentar
Label: biologi
Garis Wallace,Garis Weber ,Taman Nasional,danKawasan Pelestarian Alam ,Taman Nasional,
Garis Wallace
Kekhasan hewan-hewan di wilayah lndonesia barat dan timur ini diamati oleh Alfred Russell Wallace, seorang ahli zoologi berkebangsaan Inggris, saat mengunjungi Pulau Bali dan Lombok. Perbedaan yang kontras mengenai adanya pembagian hewan di antara dua pulau terlihat pada Pulau Bali dan Lombok. Kedua pulau tersebut bersebelahan cukup dekat. Di Bali dapat dijumpai burung pematuk hewan, burung pematuk buah dan burung pematuk kayu. Saat melewati Lombok jenis-jenis burung ini tidak dapat dijumpai lagi.
Di Lombok yang melimpah justru burung kakatua, burung penghisap madu dan brush-turkey (kelompok kalkun). Burung-burung yang dijumpai di Lombok tidak dapat dijumpai di Bali atau pulau-pulau di daerah barat. Selat yang memisahkan Bali dan Lombok hanya berjarak sekitar 24 kilometer sehingga hanya dengan perbedaan dua jam saja bisa dilihat salah satu perbedaan yang sangat kontras di bumi.
Wallace membuat garis pemisah abstrak yang memanjang mulai dari Selat Lombok ke utara hingga melewati Selat Sulawesi dan Filipina Selatan. Garis ini disebut garis Wallace. Garis Wallace merupakan garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian barat dengan bagian tengah.
Garis Weber
Kekhasan hewan-hewan di wilayah Indonesia juga diamati oleh Weber, seorang ahli zoologi berkebangsaan Jerman. Garis Weber juga mengamati hal yang sama seperti yang diamati oleh Wallace, yaitu mengenai kekhasan hewan-hewan di Indonesia bagian barat dan timur. Namun, Weber memuat garis pemisah astrak yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara hingga Kepulauan Aru. Garis ini disebut garis Weber.
Garis Weber merupakan garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian timur dan tengah. Menurut Weber, Pulau Sulawesi merupakan pulau peralihan dengan hewan-hewan peralihan antara wilayah Oriental dan wilayah Australia.
Berdasarkan garis pemisah fauna Wallace dan Weber, negara kita dibagi atas tiga wilayah fauna, yaitu fauna tipe Asiatis (untuk Indonesia bagian barat), fauna peralihan (Australia-Asiatik), dan fauna tipe Australis (untuk Indonesia bagian timur).
Fauna tipe Asiatis
Fauna tipe Asiatis mencakup fauna di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa dan bali (bagian barat). Karakteristik fauna di wilayah ini yaitu banyak terdapat jenis hewan menyusui yang berukuran besar serta berbagai macam kera dan ikan air tawar. Di wilayah ini jarang ditemukan jenis burung yang berwarna. Contoh jenis fauna yang ditemukan adalah monyet proboscis, orang utan, badak bercula satu, beruang matahari, babi hutan, bebek pohon, urung heron, gajah dan burung merak.
Fauna tipe peralihan (Australia-Asiatik)
Fauna tipe peralihan (Australia-Asiatik) mencakup fauna di wilayah Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara (bagian tengah). Karakteristik fauna di wilayah ini adalah adanya jenis hewan yang mirip dengan tipe Asia atau tipe Australia. Contoh jenis fauna yang ditemui di wilayah ini antara lain babirusa, beruang, kuskus, anoa, kuskus kerdil, dan komodo.
Fauna tipe Australia
Fauna tipe Australia mencakup fauna di wilayah Papua dan Kepulauan Aru (bagian timur). Karakteristik fauna di wilayah ini adalah banyak terdapat jenis hewan menyusui yang berukuran kecil dan jenis hewan berkantung, tidak ada jenis kera, sedikit jenis ikan tawar dan banyak jenis burung berwarna.
Contoh jenis fauna yang ditemui di wilayah ini antara lain kanguru pohon, kuskus bertutul, walabi, landak pemakan semut, burung cendrawasih, burung kasuari, burung pelican Australia, burung betet, burung merpati bermahkota, dan burung kakatua.
Taman Nasional
Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi (pasal 1 butir 14 UU No. 5 Tahun 1990).
Kawasan Pelestarian Alam
Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya (Pasal 1 butir 13 UU No. 5 Tahun 1990).
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: biologi
Keanekaragaman hayati
Keanekaragaman hayati merupakan ungkapan pernyataan terdapatnya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat, yang terlihat pada berbagai tingkatan persekutuam makhluk hidup yaitu tingkatan ekosisitem, tingkatan jenis dan tingkatan genetik. Keanekaragaman hayati menurut UU NO 5 Tahun 1994 adalah keanekaragaman di antara mahluk hidup dari semua sumber termasuk di antaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain, serta komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keaneka ragaman dalam spesies, antara species dengan ekosisitem. Berdasarkan definisi di atas ada 3 elemen keaneka ragaman hayati yaitu, keaneka ragaman ekosisitem, keaneka ragaman jenis dan keaneka ragaman genetik.
Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Keanekaragaman hayati merupakan anugerah terbesar bagi umat manusia. Manfaatnya antara lain adalah (1) Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain (2) Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan tehnologi (3) mengembangkan sosial budaya umat manusia (4) Membangkitkan nuansa keindahan yang merefleksikan penciptanya.
Penyebaran Sumberdaya Hayati di Indonesia
Dipandang dari segi biodiversitas, posisi geografis Indonesia sangat menguntungkan. Negara ini terdiri dari beribu pulau, berada di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta terletak di katulistiwa. Dengan posisi seperti ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Indonesia dengan luas wilayah 1,3% dari seluruh luas muka bumi memiliki 10% flora berbunga dunia, 12% mamalia dunia, 17% jenis burung dunia, dan 25% jenis ikan dunia.
Penyebaran tumbuhan, Indonesia tercakup dalam kawasan Malesia, yang juga meliputi Filipina, Malaysia dan Papua Nugini. Kawasan ini ditentukan berdasarkan persebaran marga tumbuhan yang ditandai oleh 3 simpul demarkasi yaitu (1) Simpul selat Torres menunjukkan bahwa 644 marga tumbuhan Irian Jaya tidak bisa menyeberang ke Australia dan 340 marga tumbuhan Australia tidak dijumpai di Irian Jaya. (2) Tanah genting Kra di Semenanjung Malaya merupakan batas penyebaran flora Malesia di Thailand. Demarkasi ini menyebabkan adanya 200 marga tumbuhan Thailand yang tidak dapat menyebar ke kawasan Malesia, dan 375 marga Malesia tidak dijumpai di Thailand. (3). Simpul di sebelah selatan Taiwan menjadi penghalang antara flora Malesia dan Flora Taiwan.. Adanya demarkasi ini menyebabkan 40% marga flora Malesia tidak terdapat di luar kawasan Malesia dan flora Malesia lebih banyak mengandung unsur Asia dibanding unsur Australia. Pecahnya benua selatan Gendawa pada 140 juta tahun yang lalu menjadi paparan sunda (berasal dari benua utara laurasia) dan paparan Sahul (berasal dari Gondawa) menyebabkan penyebaran tumbuhan yang terpusat di paparan Sunda seperti jenis durian, rotan, tusam dan artocarpus.
Pola penyebaran hewan di Indonesia diwarnai oleh pola kelompok kawasan Oriental di sebelah barat dan kelompok kawasan Australia di sebelah Timur. Kedua kawasan ini sangat berbeda. Namun demikian karena Indonesia terdiri dari deretan pulau yang sangat berdekatan, maka migrasi fauna antarpulau memberi peluang bercampurnya unsur dari 2 kelompok kawasan tersebut. Percampuran ini mengaburkan batas antara kawasan oriental dan kawasan Australia.. Memperhatikan sifat hewan di Indonesia Wallace membagi kawasan penyebaran fauna menjadi 2 kelompok besar yaitu fauna bagian barat Indonesi (Sumatera, Jawa, Bali, Madura, Kalimantan) dan Fauna bagian timur yaitu Sulawesi dan pulau di sebelah timumya. Dua kelompok fauna ini mempunyai ciri yang berbeda dan dipiahkan ole garis Wallace (garis antara Kalimantan dan Sulawesi, berlanjut antara Bali dan Lombok).
Hamparan kepulauan di sebelah timur garis Wallace dari semula memang tidak termasuk kawasan Australia, karena garis batas barat kawasan Australia adalah Garis Lydekker yang mengikuti batas paparan Sahul. Dengan demikian ada daerah transisi yang dibatasi Garis Wallace di sebelah Barat dan garis Lydekker di sebelah timur. Di antara kedua garis ini terdapat garis keseimbangan fauna yang dinamakan garis Weber. Karena peluang pencampuran unsur fauna di daerah ini sangat besar, akibatnya di daerah transisi ini terdapat unsur - unsur campuran antara barat dan timur. Daerah transisi ini dinamakan Wallace. Dengan kondisi geografis seperti ini mengakibatkan sumber daya hayati di Indonesia sangat kaya baik dalam jenis maupun jumlahnya.
Keanekaragaman Jenis
Indonesia memiliki keaneka ragaman jenis yang kaya. Taksiran jumlah jenis kelompok utama makhluk hidup sebagai berikut: Hewan menyusui 300 jenis; Burung 7500 jenis; Reptil 2000 jenis; Amfibi 1000 jenis; Ikan 8500 jenis; keong 20000 jenis; serangga 250000 jenis. Tumbuhan biji 25000 jenis; paku pakuan 1250 jenis; lumut 7500 jenis; Ganggang 7800 jenisjamur 72 000 jenis; bakteri dan ganggang biru 300 jenis. (Sastra pradja, 1989). Beberapa pulau di Indonesia memiliki spesies endemik, terutama di pulau Sulawesi; Irian Jaya dan di pulau Mentawai. Indonesia memiliki 420 specis burung endemik yang tersebar di 24 lokasi.
Keanekaragaman Genetik
Keaneka ragaman genetik merupakan keanekaragaman sifat yang terdapat dalam satu jenis. Dengan demikian tidak ada satu makhlukpun yang sama persis dalam penampakannya. Matoa Pometia pinnata di Irian Jaya mempunyai 9 macam penampilan dari seluruh populasi yang ada. Dengan kemampuan reproduksi baik vegetatif dan generatif, populasi sagu di Ambon mempunyai 6 macam pokok sagu yang berbeda. Berdasarkan jumlah jenis durian liar yang tumbuh di Kalimantan yang jumlahnya mencapai 19 jenis, diduga bahwa Kalimantan adalah pusat keanekaragaman genetik durian. Dengan teknik budi daya semakin banyak jenis tumbuhan hasil rekayasa genetik seperti padi, jagung, ketela, semangka tanpa biji, jenis jenis anggrek, salak pondoh, dan lain-lain. Keanekaragaman plasma nutfah di Indonesia tampak pada berbagai hewan piaraan. Ternak penghasil pangan yang telah diusahakan adalah 5 jenis hewan temak yaitu sapi biasa, sapi Bali, kerbau, kambing, domba dan babi. Dan 7 jenis unggas yaitu ayam, itik , entok, angsa, puyuh, merpati dan kalkun serta hewan piaraan yang lain seperti cucak rowo, ayam bekisar, dan lain-lain. Keanekaragaman genetik hewan ini tidak semuanya berasal dari negeri sendiri. Namun demikian melalui proses persilangan jenis-jenis hewan ini memperbanyak khasanah keanekaragaman genetik di Indonesia.
Manfaat Keanekaragaman Hayati
-Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Pangan di Indonesia
Kebutuhan karbohidrat masyarakat Indonesia terutama tergantung pada beras. Sumber lain seperti jagung, ubi jalar, singkong, talas dan sagu sebagai makanan pokok di beberapa daerah mulai ditinggalkan. Ketergantungan pada beras ini menimbulkan krisis pangan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Selain tanaman pangan yang telah dibudidaya, sebenarnya Indonesia mempunyai 400 jenis tanaman penghasil buah, 370 jenis tanaman penghasil sayuran, 70 jenis tanaman berumbi, 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah rempah. Perikanan merupakan sumber protein murah di Indonesia. Kita mempunyai zona ekonomi eksklusif yaitu 200 mil dari garis pantai yang dapat dipergunakan oleh nelayan untuk mencari nafkah. Budi daya udang , bandeng dan lele dumbo sangat potensial juga sebagai sumber pangan. Oncom , tempe, kecap, tape, laru (minuman khas daerah Timor), gatot, merupakan makanan suplemen yang disukai masyarakat Indonesia. Jasa mikro organisme seperti kapang, yeast dan bakteri sangat diperlukan untuk pembuatan makanan ini. Beberapa jenis tanaman seperti suji, secang, kunir, gula aren, merang padi, pandan banyak digunakan sebagai zat pewarna makanan.
-Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Sandang dan Papan
Kapas, rami, yute, kenaf, abaca, dan acave serta ulat sutera potensial sebagai bahan sandang. Tanaman ini tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Jawa dan Kalimantan dan Sulawesi. Di samping itu beberapa Suku di Kalimantan, Irian dan Sumatera menggenakan kulit kayu, bulu- bulu burung serta tulang-tulang binatang sebagai asesoris pakaian mereka. Sementara masyarakat pengrajin batik menggunakan tidak kurang dari 20 jenis tanaman untuk perawatan batik tulis termasuk buah lerak yang berfungsi sebagai sabun. Masyarakat suku Dani di Lembah Baliem Irian Jaya menggunakan 6 macam tumbuhan sebagai bahan sandang. Untuk membuat yokal (pakaian wanita yang sudah menikah) menggunakan jenis tumbuhan (Agrostophyllum majus) dan wen (Ficus drupacea). Untuk pakaian anak gadis dipergunakan jenis tumbuhan kem (Eleocharis dulcis). Untuk membuat koteka/holim yaitu jenis pakaian pria digunakan jenis tanaman sika (Legenaria siceraria). Sedangkan pakaian perang terbuat dari mul (Calamus sp).
Rumah adat di Indonesia hampir semuanya memerlukan kayu sebagai bahan utama. Semula kayu jati, kayu nangka dan pokok kelapa (glugu) dipergunakan sebagai bahan bangunan. Dengan makin mahalnya harga kayu jati saat ini berbagai jenis kayu seperti meranti, keruing, ramin dan kayu kalimantan dipakai juga sebagai bahan bangunan.Penduduk Pulau Timor dan Pulau Alor menggunakan lontar (Borassus sundaicus) dan gewang (Corypha gebanga) sebagai atap dan didinding rumah. Beberapa jenis palem seperi Nypa fruticas, Oncosperma horridum, Oncossperma tigillarium dimanfaatkan oleh penduduk Sumatera, Kalimantan dan Jawa untuk bahan bangunan rumah.Masyarakat Dawan di Pulau Timor memilih jenis pohon timun (Timunius sp), matani (Pterocarpus indicus), sublele (Eugenia sp) sebagai bahan bangunan disamping pelepah lontar, gewang dan alang-alang (Imperata cyllndrica) untuk atap.
-Sumber daya Hayati sebagai Sumber Obat dan Kosmetik
Indonesia memiliki 940 jenis tanaman obat, tetapi hanya 120 jenis yang masuk dalam Materia medika Indonesia. Masyarakat pulau Lombok mengenal 19 jenis tumbuhan sebagai obat kontrasepsi. Jenis tersebut antara lain pule, sentul, laos, turi, temulawak. Alang-alang, pepaya, sukun, lagundi, nanas, jahe, jarak, merica, kopi, pisang, lantar, cemara, bangkel, dan duwet. Bahan ini dapat diramu menjadi 30 macam. Masyarakat jawa juga mengenal paling sedikit 77 jenis tanaman obat yang dapat diramu untuk pengobatan segala penyakit Masyarakat Sumbawa mengenal 7 jenis tanaman untuk ramuan minyak urat yaitu akar salban, akar sawak, akar kesumang, batang malang, kayu sengketan," ayu sekeal, kayu tulang. Masyarakat Rejang Lebong Bengkulu mengenal 71 jenis tanaman obat. Untuk obat penyakit malaria misalnya masyarakat daerah ini menggunakan 10 jenis tumbuhan. Dua di antaranya yaitu Brucea javanica dan Peronemacanescens merupakan tanaman langka. Cara pengambilan tumbuhan ini dengan mencabut seluruh bagian tumbuhan, mengancam kepunahan tanaman ini. Masyarakat Jawa Barat mengenal 47 jenis tanaman untuk menjaga kesehatan ternak terutama kambing dan domba. Di antara tanaman tersebut adalah bayam, jambe, temu lawak, dadap, kelor, lempuyang, katuk, dan lain-lain. Masyarakat Alor dan Pantar mempunyai 45 jenis ramuan obat untuk kesehatan ternak sebagai contoh kulit kayu nangka yang dicampur dengan air laut dapat dipakai untuk obat diare pada kambing. Di Jawa Timur dan Madura dikenal 57 macam jamu tradisional untuk ternak yang menggunakan 44 jenis tumbuhan. Jenis tumbuhan yang banyak digunakan adalah marga curcuma (temuan-temuan). Di daerah Bone Sulawesi Utara ada 99 jenis tumbuhan dari 41 suku yang diprgunakan sebagai tanaman obat. Suku Asteraceae, Verbenaceae, Malvaceae, Euphorbiaceae, dan Anacardiaceae merupakan suku yang paling banyak digunakan.
Potensi keanekaragaman hayati sebagai kosmetik tradisional telah lama dikenal. Penggunaan bunga bungaan sepeti melati, mawar, cendana, kenanga, kemuning, dan lain-lain lazim dipergunakan oleh masyarakat terutama Jawa untuk wewangian. Kemuning yang mengandung zat samak dipergumakan oleh masyarakat Yogyakarta untuk membuat lulur (9 jenis tumbuhan) yang berhasiat menghaluskan kulit. Tanaman pacar digunakan untuk pemerah kuku, sedangkan ramuan daun mangkokan, pandan, melati dan minyak kelapa dipakai untuk pelemas rambut. Di samping itu masyarakat Jawa juga mengenal ratus yang diramu dari 19 jenis tanaman sebagai pewangi pakaian, pemangi ruangan dan sebagai pelindung pakaian dari serangan mikro organisme. Di samping semuanya ini Indonesia mengenal 62 jenis tanaman sebagai bahan pewarna alami untuk semua keperluan, seperti misalnya jambu hutan putih yang digunakan sebagai pewama jala dan kayu malam sebagai cat batik.
Aspek Kultural Sumberdaya Hayati di Indonesia
Indonesia memiliki kurang lebih 350 etnis dengan keanekaragaman agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya. Dalam upacara ritual keagamaan atau dalam upacara adat banyak sekali sumber daya hayati yang dipergunakan. Sebagai contoh, ummat Islam menggunakan sapi dan kambing jantan dewasa pada setiap hari raya korban, sedangkan umat nasrani memerlukan pohon cemara setiap natal. Umat Hindu membutuhkan berbagai jenis sumber daya hayati untuk setiap upacara keagamaan yang dilakukan. Banyak jenis pohon di Indonesia yang dipercaya sebagai pengusir roh jahat atau tempat tinggal roh jahat seperti beringin, bambu kuning (di Jawa). Upacara kematian di Toraja menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang dianggap mempunya nilai magis untuk ramuan memandikan mayat misalnya limau, daun kelapa, pisang dan rempah-rempah lainnya. Disamping itu dipergunakan pula kerbau belang . Pada upacara ngaben di Bali dipergunakan 39 jenis tumbuhan. Dari 39 jenis tersebut banyak yang tergolong penghasil minyak atsiri dan bau harum seperti kenanga, melati, cempaka, pandan, sirih dan cendana. Jenis lain yaitu dadap dan tebu hitam diperlukan untuk, kelapa gading diperlukan untuk menghanyutkan abu ke sungai.
Pada masyarakat Minangkabau dikenal juga upacara adat. Jenis tanaman yang banyak dipergunakan dalam upacara adat ini adalah padi, kelapa, jeruk, kapur barus, pinang dan tebu. Budaya nyekar di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan upacara mengirim doa pada leluhur. Upacara ini juga menggunakan berbagai jenis tumbuhan bunga yaitu mawar, kenanga, kantil, dan selasih. Untuk pembuatan kembar mayang pada pesta perkawinan suku Jawa dipergunakan jenis tumbuhan yaitu janur muda dari kelapa, mayang (bunga pinang), beringin, kemuning, daun spa-spa (Flemingialineata), daun kara (phaseolus lunatus), daun maja, daun, alang slang, daun kluwih (Artocarpus cornmunis), daun salam, daun dadap, daun girang, dan daun andhong. Disamping itu dikenal juga pemotongan ayam jantan untuk ingkung yang biasanya ayam berbulu putih mulus atau ayam berbulu hitam mulus (ayam cemani). Aneka tanaman yang dipergunakan untuk upacara memandikan keris di Yogyakarta adalah jeruk nipis, pace, nanas, kelapa, cendana, mawar, melati, kenanga, dan kemenyan Selain melekat pada upacara adat, kekayaan sumber daya hayati Indonesia tampak pada hasil-hasil kerajinan daerah dan kawasan. Misalnya kerajinan mutiara, dan kerang-kerangan di Nusa Tenggara dan Ambon, kerajinan kenari di Bogor, daerah. Pada hari lingkungan hidup sedunia ke-18, Presiden RI menetapkan melati sebagai puspa bangsa, anggrek bulan sebagai puspa pesona dan bunga raflesia sebagai puspa langka. Tiga satwa langka yang ditetapkan sebagai satwa nasional adalah Komodo, ikan siluk merah dan elang jawa. Kerajinan batik dan tenun ikat, kerajinan tikar, patung, dan lain-lain. Kekayaan sunber daya hayati juga nampak pada penggunaan maskot flora dan fauna di senua propinsi di Indonesia sebagai identitas.
Konservasi Keanekaragaman Hayati
Pemanfaatan sumber daya hayati untuk berbagai keperluan secara tidak seimbang ditandai dengan makin langkanya beberapa jenis flora dan fauna karena kehilangan habitatnya, kerusakan ekosisitem dan menipisnya plasma nutfah. Hal ini harus dicegah agar kekayaan hayati di Indonesia masih dapat menopang kehidupan. Konservasi sumber daya hayati di Indonesia diatur oleh UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Azas yang digunakan dalam pengelolaan linggungan hidup adalah azas tanggung jawab, berkelanjutan dan manfaat. Upaya konservasi keaneka ragaman ekosisitem di Indonesia silakukan secara insitu yang menekankan terjaminnya terpeliharanya keaneka ragaman hayati secara alami melalui proses evolusi. Saat ini kawasan konservasi yang ada di Indonesia terkelompok menjadi 180 cagar alam, 72 suaka margasatwa, 70 taman wisata, 13 taman buru, 17 taman nasional dan 3 taman hutan raya serta 13 taman laut. Dalam rangka kerja sama konservasi internasional, 6 dari kawasan suaka alam dijadikan cagar biosfer. Cagar biosfer ini suatu kawasan yang terdiri dari ekosisitem asli, unik dan atau ekosisitem yang telah mengalami degradasi yang dilindungi dan dilestarikan untuk kepentingan penelitian dan pendidikan. Taman nasional di Indonesia mulai dikembangkan tahun 1980. Lima taman nasional pertama yaitu taman nasional gunung Leuser, taman nasional ujung Kulon, Taman nasional Gede Pangrango, taman nasional Baluran dan Taman nasional Komodo diperuntukkan untuk melindungi dan mengawetkan warisan alami bangsa Indonesia.
Pelestarian keanekaragaman jenis di Indonesia dilakukan baik secara insitu maupun eksitu. Pelestarian eksitu berarti memindahkan jenis dari habitatnya untuk dilestarikan dan diamankan. Pendirian kebun raya Bogor, kebun binatang, penangkaran hewan langka seperti badak, jalak bali, rusa timor, kayu hitam sawo kecik dan lain-lain merupakan upaya pelestarian exsitu yang tidak perlu mengganggu populasi alaminya.
Pelestarian plasma nutfah di Indonesia dilakukan baik secara insitu maupun eksitu. Pemuliaan tanaman saat ini ditujukan pada tanaman budi daya seperti padi, anggrek serta kultivar lainnya. Untuk hewan upaya penangkaran dan persilangan dilakukan pada berbagai jenis satwa piaraan seperti sapi, kambing, kuda dan ayam. Kebun koleksi plasma nutfah yang ada di Indonesia sampai daat ini belum menghasilkan banyak kultivar unggul baru. Kebun koleksi buah di Paseh dan Cibinong, kebun koleksi mangga di Grati, koleksi kopi di Ijen dan koleksi kelapa di Bone-Bone belum menampakkan hasil yang diharapkan sebagai sumber plasma nutfah. Sebenarnya secatra tradisional masyarakat Indonesia telah memiliki pola pelestarian alam yang ekologis, misalnya tidak boleh menebang pohon beringin, tidak boleh mengambil ikan di lubuk, dan lain-lain, namun karena kemajuan teknologi warisan tradisional tersebut memudar.
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: biologi
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Untuk dikatakan sebagai benda hidup, makhluk hidup atau organisme bernyawa diperlukan pemenuhan ciri-ciri sebagai berikut di bawah ini :
1. Terdapat Protoplasma
Protoplasma merupakan suatu bagian yang terdiri atas bahan yang kompleks dan terlindung dengan baik. Protoplasma biasa dikenal dengan sebutan sel. Berbeda dengan benda tak hidup atau benda mati yang tidak memiliki protoplasma. Lihat saja batu atau komputer yang tidak memiliki protoplasma atau sel, sehingga disebut dengan benda mati.
2. Mempunyai Bentuk dan Ukuran
Makhluk hidup dapat dikenali ciri khas yang menempel padanya dengan melihat bentuknya. Antara jenis mahluk hidup yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan baik dalam ukuran maupun bentuknya. Tengok saja antara pohon jamblang dengan pohon teh, pasti terlihat jelas bedanya.
3. Melakukan Aktivitas-Aktifitas Kehidupan :
- Makan
Semua benda hidup membutuhkan asupan bahan makanan yang berasal dari luar tubuh untuk kemudian diproses menjadi energi atau tenaga bagi tubuh.
- Tumbuh Dan Berkembang
Orang, Binatang dan Tumbuh-Tumbuhan ketika baru lahir atau tumbuh ukurannya akan lebih kecil dan biasanya akan berkembang menjadi lebih besar menyerupai induknya.
- Berkembang Biak
Makhluk hidup yang tidak mampu berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dan musnah di makan waktu. Oleh sebab itu makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk dapat memperbanyak diri untuk mempertahankan keberadaan di dunia.
- Melakukan Adaptasi
Semua makhluk hidup perlu melakukan penyesuain diri dengan fungsi tubuh dan lingkungan sekitar ekosistem, habitat tempat tinggalnya untuk dapat bertahan hidup dengan lebih baik dan mudah. Contohnya seperti hewan gurun yang tahan panas, bunglong bisa berubah warna, dan lain sebagainya.
- Memiliki Sistem Transportasi
Untuk menyampaikan zat ke bagian-bagian yang membutuhkan.
- Dapat Bergerak
Manusia dan hewan memerlukan kegiatan dengan menggerakkan anggota tubuh untuk berbagai keperluan seperti jalan, makan, menggaruk, berkedip, dan sebagainya. Untuk tumbuhan tidak semuanya dapat melakukan pergerakan. Kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan dari lingkungan disebut dengan istilah iritabilita.
- Metabolisme
Metabolisme adalah aktifitas fisika atau kimia yang terjadi di dalam tubuh baik secara anabolisme maupun katabolisme.
- Sistem Regulasi
Pengertian arti definisi sistem regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang, serasi dan selaras.
1. Bernafas (respirasi)
Adalah proses pengambilan oksigen dari luar tubuh untuk proses pembakaran bahan makanan didalam tubuh.
Proses pembakaran menghasilkan energi / tenaga.
Pernapasan juga menghasilkan energi dan gas sisa yaitu karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)
Tumbuhan bernapas melalui lubang-lubang kecil pada daun yang disebut stomata dan melalui lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan kulit batang yang disebut lentisel.
Lentisel adalah lubang-lubang kecil pada batang tumbuhan sebagai tempat keluar masuknya karbon diokasia dan oksigen
2. Bergerak
Tumbuhan bergerak misalnya akar menembus tanah
3. Memerlukan makanan
Tumbuhan memperoleh makanan melalui proses fotosintesis
. Peka terhadap rangsang (Iritabilita)
Adalah kemampuan makhluk hidup untuk menerima dan menanggapi suatu rangsangan
7. Mengeluarkan zat-zat sisa (ekskresi)
Setiap hari urin (air seni) harus dikeluarkan.
Urin yang diproduksi didalam ginjal dialirkan kekantong air seni (kantong kemih), kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kencing.
Urin mengandung urea dan karbon dioksida hasil pernapasan, harus dikeluarkan dari tubuh karena bersifat racun bagi tubuh
Hewan mengeluarkan zat-zat sisa dari prosese metabolisme
Metabolisme adalah proses pertukaran zat yang terjadi didalam mahkluk hidup. Misalnya proses pernafasan & pencernaan makanan.
Tumbuhan juga mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme. Zat sisa pada tumbuhan berupa karbon dioksida (sebagai sisa proses pernafasan) dan oksigen (sebagai sisa proses fotosintesis). Zat-zat sisa dikeluarkan melalui stomata (yg terdapat pada daun) atau lentisel (yg terdapat pada batang). Pada tumbuhan hijau, zat-zat tersebut akan diperlukan kembali. Karbon dioksida diperlukan untuk fotosintesis dan oksigen diperlukan untuk respirasi
SUMBER:DARI BERBAGAI SUMBER
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: biologi
DEMAM BERDARAH
Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.
Tanda dan gejala
Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan — pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
• Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
• Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
• Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur dsb.
• Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.
Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.
Diagnosis
Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relatif.
Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis.
Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.
Pengobatan
Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.
Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan.
Epidemiologi
Wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779. Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.
Pencegahan
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.
Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.
Istilah – Istilah Penting
Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.
Keping darah, lempeng darah, trombosit atau platelet, adalah fragmen sel yang tersirkulasi dalam darah yang terlibat dalam mekanisme hemostatis tingkat sel yang menimbulkan pembekuan darah (trombus). Disfungsi atau jumlah keping darah yang sedikit dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko trombosis.
Hidung berdarah (Kedokteran: epistaksis atau Inggris:epistaxis) atau mimisan adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung.
Trombositopenia adalah berkurangnya jumlah sel-sel keping darah (trombosit) di dalam tubuh (darah) karena suatu hal.
Reaksi berantai polimerase atau lebih umum dikenal sebagai PCR (kependekan dari istilah bahasa Inggris polymerase chain reaction) merupakan suatu teknik atau metode perbanyakan (replikasi) DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme.
Vaksin (dari kata vaccinia, penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar), adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau "liar".
Sumber:dari berbagai sumber
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: biologi
Transpor Aktif dan pasif
Pengertian Transpor aktif dan Transpor pasif
Transpor aktif yaitu transpor zat yang memerlukan energi. misalnya pada protein, membran yang bertindak sebagai pori, hanya dapat terbuka molekulnya oleh energi atau ion-ion tertentu. atau bisa juga molekul dan senyawa yang memerlukan energi untuk membawa molekul dari satu sisi membran ke membran lainnya. sedangkan transpor pasif yaitu transpor zat yang terjadi tanpa memerlukan energi dan berlangsung secara spontan karena adanya perbedaan konsentrasi atau perbedaan tekanan.
Perbedaan antara transpor aktif dengan transpor pasif
- Transpor aktif memerlukan suatu energi, sedangkan transpor pasif terjadi tidak memerlukan energi atau tanpa energi.
- Transpor aktif bersifat melawan gradien konsentrasi sedangkan transpor pasif hanya diam.
- Transpor aktif terdiri melalui endositosis dan eksositosis, sedangkan transpor pasif terdiri dari difusi, osmosis.
Ket :
1. Endositosis adalah proses masuknya suatu zat kedalam sel
2. Eksositosis Adalah proses pelepasan / pengeluaran suatu zat atau peristiwa pengosongan isi kantong mebran sel keluar sel keluar sel.
3. Fagositosis adalah kemampuan sel leukosit untuk memakan benda asing atau juga proses ketika sel darah putih mengelilingi, membungkus dan menghancurkan mikroorganisme yang menyerang
di terbitkan oleh taufiq sutyarahman 1 komentar
Label: biologi
KULTUR JARINGAN
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:
1) Pembuatan media
2) Inisiasi
3) Sterilisasi
4) Multiplikasi
5) Pengakaran
6) Aklimatisasi
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.
Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.
Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jati, sengon, akasia, dll.
KEUNTUNGAN PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN
- Pengadaan bibit tidak tergantung musim
- Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)
- Bibit yang dihasilkan seragam
- Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu)
- Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
- Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan l ingkungan lainnya
Sumber: Dari berbagai sumber
di terbitkan oleh angga bagus prasetya 0 komentar
Label: biologi

